Gelorakan Semangat Kedermawanan, ACT Luncurkan Program Bangkit Bangsaku

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2020 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, KOTA MADIUN – Berangkat dari keprihatinan atas kondisi bangsa akhir-akhir ini, yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Madiun meluncurkan gerakan Bangkit Bangsaku di Selasar Trembesi, Kota Madiun, Kamis (8/10/2020).

Peresmian gerakan ini diikuti oleh berbagai mitra ACT Madiun yang terdiri dari berbagai pengusaha mikro dan komunitas aktif di Madiun.

Kepala Cabang ACT Madiun, Wahyu Sulistianto Putro mengatakan, Gerakan Bangkit Bangsaku merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk menggelorakan semangat kedermawanan masyarakat sekaligus sebagai bentuk dukungan ACT Madiun untuk menjaga semangat optimisme masyarakat di tengah pandemi corona dan resesi ekonomi yang terjadi sampai saat ini.

Kepala Cabang ACT Madiun, Wahyu Sulistianto Putro.

Menurut Wahyu, pandemi Covid-19 yang sudah kurang lebih setengah tahun mendera telah mengakibatkan bangsa ini memasuki jurang resesi. Hal ini, lanjut Wahyu, akan menjadi bencana besar yang berpotensi berujung krisis seperti yang terjadi di masa orde baru tepatnya di tahun 1998 silam.

“Kita tidak ingin kejadian 1998 terulang kembali, karena itu kita coba bentengi dengan menumbuhkan semangat kedermawanan,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kedermawanan sangat perlu ditumbuhkan, karena kedermawanan merupakan sebuah solusi untuk keluar dari situasi saat ini dan bangkit dari keterpurukan.

Baca Juga :  BLT DBHCHT 2025 Menyasar Ratusan Buruh Tani di Kecamatan Kebonagung

“Intinya, kita ingin menyampaikan kita mampu bangkit dari keterpurukan ini. Makanya, kita undang seluruh mitra dari komunitas porporasi, instansi dan lain-lain, berkolaborasi memberikan kontribusi yang terbaik buat bangsa, khususnya di Madiun,” ujarnya.

Penyerahan bantuan modal bagi pelaku UKM.

Dalam gerakan Bangkit Bangsaku, ACT berperan sebagai inisiator, tetapi ketika implementasi berkolaborasi di lapangan, semua yang terlibat bergabung.

Wahyu menambahkan, ACT di Jawa Timur sudah memiliki 5 cabang yakni di Surabaya, Malang, Jember Madiun dan Kediri. Untuk cabang Madiun meng-cover wilayah Jatim bagian barat yakni 8 kota/kabupaten diantaranya Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, dan Nganjuk.

Tak hanya isapan jempol, program-program ACT memang nyata terealisasi di lapangan. Mulai dari WMUM (Wakaf Modal Usaha Mikro), Operasi Beras Pangan Gratis untuk Masyarakat Prasejahtera dan Lansia, Operasi Makan Gratis, serta LSP (Lumbung Sedekah Pangan).

Selain itu, ACT juga menyalurkan APD untuk medis serta melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa sekolah, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya.

Baca Juga :  Tempat Hiburan Malam Wajib Tutup Total 10 Hari Awal Ramadhan

“Program kita merata di 8 kota/kabupaten. Kita sesuaikan program apa yang sesuai dengan kebutuhan di suatu daerah. Karena kita hadir di Madiun harapannya bisa memberikan kemanfaatan untuk sekitar,” urai Wahyu.

Dia mengaku optimis, walaupun di saat susah seperti ini, semangat kedermawanan masyarakat tidak menurun. Terbukti, jumlah donatur ACT mengalami penurunan. Akan tetapi jumlah donasinya saja yang menurun.

“Ini membuktikan bahwa kepekaan sosial masyarakat masih tinggi. Semangat kedermawanan inilah yang ingin kita gelorakan melalui gerakan Bangkit Bangsaku,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, di tengah pandemi hal yang paling terasa adalah lesunya ekonomi. Hal tersebut pasti sangat dirasakan oleh para pengusaha kecil. Oleh karena itu pihaknya berkomitmen untuk ambil andil dalam membantu sampai tuntas.

“Fokus kami selain memberikan bantuan juga ingin memandirikan masyarakat melalui ekonomi. Juga pemenuhan kebutuhan paling dasar salah satunya pangan. Melalui gerakan ini ACT Madiun berkomitmen untuk jadi garda terdepan dalam mendukung kemajuan umat,” ungkapnya. (ant/red)

Berita Terkait

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa
KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh
Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”
Upacara Adat ‘Jangkrik Genggong’ Wujud Syukur dari Hasil Laut
Antisipasi Penyebaran Leptospirosis Melalui Lokakarya Mini di Kecamatan Ngadirojo
Aksi Hijau Hari Bumi, PLN NP UP Pacitan Tanam Cemara dan Pandan Laut
PLN Nusantara Power UP Pacitan Gandeng Kejari, Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:13 WIB

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Senin, 18 Mei 2026 - 16:41 WIB

KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh

Kamis, 30 April 2026 - 19:12 WIB

Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”

Kamis, 30 April 2026 - 12:00 WIB

Upacara Adat ‘Jangkrik Genggong’ Wujud Syukur dari Hasil Laut

Selasa, 28 April 2026 - 20:50 WIB

Antisipasi Penyebaran Leptospirosis Melalui Lokakarya Mini di Kecamatan Ngadirojo

Berita Terbaru