Hari Santri, Bupati Ajak Semua Warga Ponorogo Berpakaian Ala Santri

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Santri ke X, Bupati Giri ajak kenakan pakaian ala santri. (Foto/ Pemkab Ponorogo).

Hari Santri ke X, Bupati Giri ajak kenakan pakaian ala santri. (Foto/ Pemkab Ponorogo).

LINTAS7.NET, PONOROGO- Jelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengajak semua masyarakat Ponorogo untuk mau memakai pakaian ala santri. Baik perempuan maupun laki laki. Bahkan himbauan ini berlaku sejak tanggal 13 Oktober hingga 22 Oktober mendatang.

Bagi bupati, santri bukan hanya nama semata melainkan memiliki nilai historis tinggi. Baik untuk Kabupaten Ponorogo hingga Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Salah satunya perang kemerdekaan pada 10 November.

‘’Ayo fren pakai pakaian ala santri. Ponorogo kan juga kota santri, disini banyak Pondok Pesantren dan sudah mendunia. Kita harus bangga menggunakan pakaian santri,’’ kata Bupati Ponorogo saat ditemui sejumlah wartawan di rumah dinas pringgitan Senin (13/10).

Baca Juga :  Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Demi mensukseskan program ini, bupati mengeluarkan surat instruksi Bupati Ponorogo Nomor 100.3.4.2.KH 11/405.01.2/2005 tentang pakaian khusus dalam rangka menyambut hari santri nasional. Dalam edaran itu tertuang jika pria memakai baju muslim atau koko, bawahan sarung. Sementara Wanita memakai hijab, memakai gamis. Bagi non muslim cukup memakai baju muslim. Q

‘’Tradisi bersarung ini sudah empat tahun diadakan. Selain untuk menghormati santri, program ini juga untuk membantu umkm. Karena banyak orang yang akhirnya beli songkok, peci, baju muslim, sarung hingga sandal,’’ tutur kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo.

Baca Juga :  Di TPS Ini Mbois Dapat 2 Suara, Sesuai Nomor Urut

Tidak hanya mengajak para ASN dan masyarakat. Himbauan ini juga berlaku bagi semua elemen. Baik pelajar, mahasiswa, guru, pedagang, pengusaha hingga wartawan untuk memakai baju muslim atau paling tidak baju yang sopan hingga puncak hari santri tanggal 22 Oktober mendatang.

‘’Pakaian santri itu keren. Bisa dipakai dimana saja. Mau meeting oke, mau jalan jalan oke, mau shoping juga cocok. Jadi kita harus bangga punya pakaian seperti ini,’’ jelasnya. (adv/rc)

Berita Terkait

Nyaman Jiwo Beach Run 2026, Cara Baru Menikmati Pesona Pantai Pacitan
Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur
Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah
ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus
Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Nyaman Jiwo Beach Run 2026, Cara Baru Menikmati Pesona Pantai Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Berita Terbaru