Hujan Turun Membawa Berkah, Tapi Jalan Purworejo–Banjarsari Kian Parah

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir membawa berkah bagi sebagian orang, namun menjadi mimpi buruk bagi warga dan pengguna jalan di ruas Desa Purworejo–Banjarsari, Kecamatan Pacitan.

Jalan utama utama penghubung antardesa itu kini semakin rusak parah. Lubang-lubang besar yang sempat diuruk beberapa waktu lalu kembali menganga setelah diguyur hujan deras.

Kondisi paling memprihatinkan terlihat di perempatan traffic light Desa Mentoro ke arah utara menuju Desa Purworejo. Jalan yang menjadi jalur utama bagi warga, pelajar, hingga pekerja kini berubah menjadi lintasan penuh genangan air dan kubangan lumpur.

Beberapa minggu lalu, pihak terkait sempat melakukan pengurukan menggunakan material campuran pasir, koral, dan tanah. Namun perbaikan itu tak bertahan lama. Begitu hujan turun, material urukan hanyut, menyisakan lubang-lubang di tengah jalan.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Perbaikan Jalan Purworejo–Banjarsari yang Tidak Merata

“Setiap hari saya lewat sini antar anak ke sekolah. Jalannya rusak banget, apalagi kalau hujan, licin dan becek. Pernah juga hampir jatuh,” keluh Asmorejo, warga sekitar, Selasa (28/10/25).

Keluhan serupa juga datang dari para pelajar yang setiap pagi melintasi jalur tersebut menggunakan sepeda motor. Selain harus ekstra hati-hati, mereka kerap terlambat ke sekolah karena kendaraan harus berjalan pelan di titik-titik jalan yang rusak parah.

“Kalau pagi ramai, semua harus pelan-pelan karena takut jatuh. Kadang airnya tinggi banget di lubang, jadi nggak kelihatan dalamnya,” tutur Endra, siswa salah satu SMA di Pacitan.

Baca Juga :  Pebisnis Luar Kuasai Pasar, Pengusaha Gadget Lokal Gusar

Kerusakan jalan di jalur Purworejo–Banjarsari bukan persoalan baru. Warga menyebut, sudah bertahun-tahun ruas tersebut rusak tanpa penanganan berarti. Padahal, jalan itu menjadi akses penting bagi masyarakat menuju pusat kota, termasuk bagi mobilitas ekonomi dan pendidikan.

Beberapa pengendara berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, tidak sekadar tambalan sementara. Mereka menuntut perbaikan permanen agar kondisi jalan tidak terus mengulang siklus rusak–ditambal–rusak kembali.

“Sudah sering diperbaiki tapi hasilnya begitu-begitu saja. Harapannya pemerintah jangan cuma tambal sulam, tapi diperbaiki total biar awet,” ujar Wulan, seorang guru yang biasa melintasi jalan tersebut setiap hari.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi jalan semakin membahayakan pengguna, terutama saat intensitas hujan makin tinggi.

Berita Terkait

Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah
Kecamatan Pacitan Juara Umum Porseni SD-SMP Pacitan 2026, Raih 53 Medali
Miris! Oknum Guru SD di Tulakan Diduga Rayu Remaja Difabel Lewat Chat Mesum
Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Bakorwil Malang Terus Bersinergi dan Berkolaborasi Wujudkan Solusi Penguatan Pendidikan Vokasi
Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa
KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh
Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:15 WIB

Kecamatan Pacitan Juara Umum Porseni SD-SMP Pacitan 2026, Raih 53 Medali

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:26 WIB

Miris! Oknum Guru SD di Tulakan Diduga Rayu Remaja Difabel Lewat Chat Mesum

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:13 WIB

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:06 WIB

Bakorwil Malang Terus Bersinergi dan Berkolaborasi Wujudkan Solusi Penguatan Pendidikan Vokasi

Berita Terbaru