Kopi Tejo Harta Karun dari Desa Gembuk Pacitan

- Jurnalis

Jumat, 1 November 2024 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Terkenal akan keindahan alamnya, Kabupaten Pacitan juga menyimpan harta karun yang tak kalah menarik: kopi robusta berkualitas tinggi dari Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung. Kopi ini, yang dikenal dengan nama Kopi Tejo, telah menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal dan daya tarik bagi para pecinta kopi di seluruh Indonesia.

Para petani di Desa Gembuk berhasil memanfaatkan lahan subur seluas 5,5 hektar di sekitar bukit Pegunungan Tejo untuk menghasilkan kopi yang memiliki cita rasa khas. Proses budidaya yang sistematis dimulai dari pemilihan bibit unggul, penanaman, perawatan, hingga pengolahan akhir. “Kami telah mengubah pola tanam yang asal-asalan menjadi lebih terencana. Ini sangat penting untuk menjaga kualitas produk dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat,” kata Heri, salah satu petani kopi.

Kopi Tejo telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu kopi terbaik di Kota 1001 Goa. Dengan kadar air sekitar 15%, setiap kilogram kopi ini dipasarkan seharga Rp 55.000. Hasil panen mencapai 4,5 ton setiap tahunnya, berkat sekitar 15.000 batang tanaman kopi produktif yang dikelola dengan penuh perhatian.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Ibas Berbagi Qurban Di Dapil Via Virtual Zoom

Pemerintah Desa Gembuk tidak tinggal diam. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung para petani dalam mengoptimalkan potensi kopi di wilayahnya. Kepala Desa Gembuk, Andi Dwi Pranoto, menegaskan, “Kami ingin mengintegrasikan produk kopi robusta dengan potensi wisata alam di pegunungan Tejo. Ini akan membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.”

Selain itu, pemerintah desa juga berfokus pada peningkatan kapasitas petani dan akses pemasaran. Pelatihan dan seminar tentang teknik budidaya modern serta pemasaran produk menjadi agenda rutin untuk memastikan petani mampu bersaing di pasar yang semakin ketat.

Camat Kebonagung, Udin Wahyudi, menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam mengembangkan budidaya kopi sebagai bisnis yang menjanjikan. “Kami berharap potensi kopi ini dapat dimaksimalkan, tidak hanya dalam kapasitas tetapi juga dalam kualitas, agar Kopi Tejo bisa dikenal di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Gencar Edukasi, Pemkab Pacitan Ajak Warga Jadi Garda Depan Berantas Rokok Ilegal

Pentingnya melibatkan generasi muda dalam sektor pertanian juga menjadi perhatian. Dengan pemanfaatan teknologi dan pendekatan inovatif, diharapkan mereka dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan pemasaran kopi. “Generasi muda harus berani terjun dan berinovasi. Potensi Desa Gembuk sangat besar, dan mereka memiliki peran penting dalam pengembangannya,” tambah Udin.

Bagi para pecinta kopi, mencicipi Kopi Tejo dari Desa Gembuk adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan. Dengan cita rasa yang khas dan kualitas yang terjaga, kopi ini kini tersedia di berbagai pusat perbelanjaan, baik secara offline maupun online. Penggemar kopi bisa menikmati sensasi cita rasa yang memanjakan lidah, sekaligus mendukung perekonomian lokal.

Kopi Tejo bukan hanya sekadar minuman; ia adalah simbol harapan dan kebangkitan ekonomi masyarakat Desa Gembuk. Dengan segala upaya yang dilakukan, masa depan kopi ini menjanjikan, dan masyarakat setempat berharap untuk terus melihat perkembangan positif dalam industri kopi yang mereka cintai. (red/adv)

Berita Terkait

Dinkes Pacitan Perkuat Layanan Ibu dan Anak, Gandeng Dokter Spesialis
Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinkes Pacitan Perkuat Layanan Ibu dan Anak, Gandeng Dokter Spesialis

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Berita Terbaru