Pemerintah Realisasikan Penyediaan Air Minum Warga Desa Kasihan

- Jurnalis

Kamis, 14 November 2024 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Kasihan Tegalombo nikmati program SPAM. (Foto:Istimewa).

Warga Desa Kasihan Tegalombo nikmati program SPAM. (Foto:Istimewa).

LINTAS7.NET, PACITAN- Kekeringan jadi salah satu persoalan tahunan yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Pacitan. Pun demikian dengan sebagian warga Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo. Selama puluhan tahun mereka selalu kesulitan mendapat pasokan air bersih ketika memasuki musim kemarau.

Namun, krisis air yang menghatui warga itu tampakan bakal segera berakhir. Ini menyusul  realisasinya program penyediaan air minum pemerintah di wilayah setempat. Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengalokasikan anggaran ratusan juta untuk menyelesaikan persoalan serius yang dihadapi warga.

“Program SPAM di Desa Kasihan, bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2024 ini adalah komitmen pemerintah untuk mengurangi dampak kekeringan di Kabupaten Pacitan,” kata Suparlan, Kepala Dinas PUPR Pacitan.

Baca Juga :  Targetkan Kemiskinan Turun, Bupati Aji Minta Akselerasi Semua Pihak

Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pemerintah di Desa Kasihan ini disambut antusias warga setempat. Mereka mengaku selama ini hanya mengandalkan air hujan dan sumur gali untuk mencuci dan mandi. Tetapi, saat musim kemarau datang mereka harus meminta bantuan droping air bersih.

“Terkadang patungan untuk membeli air satu tangki dengan warga lainnya. Harganya berkisar Rp 150 ribu sampai dengan Rp 200 ribu tiap 2.000 liter air,” kata Yasin, warga Dusun Glagahombo pada awak media.

Warga lain yang tak punya cukup uang untuk membeli, biasanya memilih berjalan kaki sejauh 500 meter menuju sumber air baku di Sumber Njurang. Itu pun mereka harus mengantri karena bergantian dengan warga lainnya. Kini, warga terdampak kekeringan di wilayah itu tak perlu repot mendapat pasokan air. Program SPAM senilai Rp 735 juta diproyeksikan tersambung ke 130 rumah warga setempat.

Baca Juga :  Kecamatan Tegalombo Masuk Tiga Besar Pelayanan Publik Terbaik di Pacitan

“Warga hanya perlu membayar Rp 7.000 per kubik untuk menikmati air bersih yang langsung mengalir ke rumah mereka,” kata H. Masduki, Kepala Desa Kasihan saat dihubungi wartawan via telepon.

Program SPAM yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 merupakan salah satu upaya penanggulangan kekeringan di Kota 1001 Goa. Selain Desa Kasihan, terdapat 8 desa penerima manfaat lainnya yang tersebar di enam kecamatan berbeda.

“Ini adalah komitmen pemerintah untuk mengurangi dampak kekeringan di Kabupaten Pacitan,” kata Nur Subhan, Camat Tegalombo. (red/adv).

Berita Terkait

Nyaman Jiwo Beach Run 2026, Cara Baru Menikmati Pesona Pantai Pacitan
Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur
Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah
ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus
Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Nyaman Jiwo Beach Run 2026, Cara Baru Menikmati Pesona Pantai Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Berita Terbaru