Dinas Kesehatan Pacitan Perketat Pengawasan untuk Cegah Kematian Bayi

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk menekan angka kematian bayi (AKB) hingga nol kasus pada tahun 2025 kembali mengalami hambatan serius. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua bayi di Desa Gunungrejo, Kecamatan Sudimoro, dilaporkan meninggal dunia. Kejadian ini menambah jumlah AKB di Pacitan menjadi delapan kasus hingga Maret 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pacitan, Nur Farida, menyebutkan bahwa tren AKB sebenarnya menunjukkan penurunan dalam dua tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 65 kasus, turun menjadi 51 kasus di tahun 2024. Namun, insiden terbaru kembali menjadi alarm bagi sektor kesehatan daerah.

Salah satu kasus menimpa Albi Pradana Saputra, bayi berusia lima bulan yang meninggal pada 20 Februari 2025. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh ibunya, Nia Agustina (29), di fasilitas kesehatan Ketanggung. Albi diketahui memiliki riwayat batuk dan sesak napas sejak usia satu bulan, dan sempat diperiksa oleh petugas Puskesmas Sudimoro sehari sebelum meninggal.

Baca Juga :  Sentil Pemasang Spanduk, Apa Dapat Makan dari Memprovokasi?

“Petugas sudah menyarankan agar bayi dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, namun keluarga menolak. Sang ibu juga mengidap Tuberkulosis (TBC), yang diduga turut memperburuk kondisi bayi,” jelas Nur Farida.

Keesokan harinya, bayi perempuan dari pasangan Fitri Rohmawati (22) dan Garse Ardiansyah juga meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan di Klinik Anugerah Sehat. Bayi dengan berat 3.800 gram itu tidak menangis saat lahir, tubuhnya membiru, dan mengalami gangguan pernapasan akibat lilitan tali pusar serta distosia bahu. Meski telah dilakukan resusitasi selama 20 menit dan dirujuk ke RSUD dr. Darsono, nyawa bayi tidak berhasil diselamatkan.

Baca Juga :  Dorong Peran Aktif Masyarakat, Pemkab Luncurkan Program ‘Aku Suka Desi’

“Tenaga kesehatan telah melakukan tindakan sesuai prosedur. Namun, beberapa kendala medis dan non-medis membuat upaya penyelamatan tidak berhasil,” tambah Farida.

Terkait klinik tempat bayi kedua dilahirkan, beredar kabar bahwa Surat Izin Praktik Bidan (SIPB) yang dimiliki sudah tidak berlaku. Dinas Kesehatan mengaku tengah menelusuri informasi tersebut untuk memastikan legalitas operasional fasilitas layanan kesehatan tersebut.

Dengan bertambahnya dua kasus ini, Pemkab Pacitan dihadapkan pada tantangan besar dalam mencapai target nol kematian bayi tahun ini. Evaluasi terhadap layanan kesehatan ibu dan anak pun menjadi sorotan utama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

Berita Terkait

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terbaru