Dorong Kelompok Rentan Jadi Aktor Ketangguhan Bencana, Kelurahan Ploso Gelar Pelatihan

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, menggelar pelatihan pembentukan dan peningkatan kapasitas Kelurahan Siaga Bencana selama lima hari. Kegiatan ini didukung PLN dan BPBD Pacitan dengan fokus utama pada pelibatan kelompok rentan dalam menghadapi bencana.

Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan masyarakat miskin tidak lagi dipandang hanya sebagai objek yang harus diselamatkan. Mereka didorong menjadi bagian aktif dalam kesiapsiagaan dan proses evakuasi.

Salah satu fokus pelatihan adalah bagaimana kelompok rentan memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelamatkan diri secara mandiri ketika bencana terjadi. Mereka diharapkan memahami risiko, mengetahui jalur evakuasi dan menuju titik pengungsian tanpa harus selalu menunggu tim penyelamat.

Baca Juga :  Ratusan Murid SOTH Ngadirojo Ikuti Prosesi Wisuda

“Kelompok rentan ini bukan sekadar objek penyelamatan. Kita mencoba mengidentifikasi kemampuan mereka agar bisa ikut meringankan proses evakuasi,” ujar Indar Siswoyo Fasilitator kegiatan Peningkatan kapasitas desa siaga bencana PLN 2026. Selasa (13/10/2026).

Lurah Ploso, Aditya Aji Atmanta mengatakan, wilayahnya memiliki potensi berbagai bencana sehingga edukasi dan pelatihan kebencanaan sangat penting bagi masyarakat.

“Kelurahan Ploso kalau kita lihat dari peta memang masuk zona merah secara keseluruhan. Jadi memang butuh edukasi ataupun pelatihan kaitannya dengan mitigasi bencana,” ujarnya.

Baca Juga :  ASB: Hibah 9 Milliar di APBD Ditandatangani Ketua PDI Perjuangan Pacitan

Ia berharap peserta pelatihan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat, sehingga warga lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Selain tsunami, pelatihan juga membahas ancaman gempa bumi, banjir, hingga bencana biologi dan kesehatan. Dalam forum diskusi, kelompok rentan menjadi perhatian khusus agar memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelamatkan diri secara lebih mandiri.

“Kelompok-kelompok disabilitas ataupun kaum rentan sebenarnya perlu mendapatkan perhatian lebih khusus. Melalui pelatihan ini, penanganan terhadap kaum rentan sudah mulai diarahkan,” katanya.

Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan simulasi evakuasi secara menyeluruh sebagai bentuk penerapan kesiapsiagaan bencana yang inklusif.

Berita Terkait

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur
Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah
ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus
Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga
Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Dinkes Pacitan Siapkan Rencana Kontingensi Tsunami

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa

Berita Terbaru