Budaya, Harmoni, dan Harapan di Festival Kenthong Aji Sudimoro

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Hujan tak menyurutkan langkah ribuan warga untuk berkumpul di Lapangan Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro, Selasa malam (19/8/2025). Payung dan jas hujan pun tak mampu menyembunyikan antusiasme mereka. Malam itu, Festival Kenthong Aji ke-3 digelar bukan sekadar tontonan, tapi perayaan jati diri dan kehormatan budaya lokal.

Festival bertema “Ayom Ayem” ini menjadi oase kebudayaan di tengah derasnya arus modernisasi. Kentongan, alat komunikasi tradisional dari kayu yang dahulu menggema di tiap sudut desa, malam itu kembali bersuara. Bukan sebagai penanda bahaya atau panggilan warga, melainkan sebagai musik yang memadukan irama, memori, dan harapan.

Namun sebelum kentongan berbunyi, sebuah prosesi sakral membuka acara. Tirto Aji Mahening Suci atau Air Suci yang diambil dari sepuluh mata air di berbagai desa dan disatukan sejak 2024 dikembalikan ke sumbernya. Air itu bukan hanya simbol kesucian, tapi juga keterhubungan antar desa, antar warga, antar generasi.

Baca Juga :  Sisakan PT. GLI, Tahun Ini Kejaksaan Ungkap 6 Perkara Korupsi

“Air ini kami simpan dengan kehormatan. Hari ini kami kembalikan, disertai bibit pohon Dewandaru. Sebagai doa agar masyarakat Sudimoro hidup dalam ketenteraman,” ucap Camat Sudimoro, Muhammad Taufik Effendi, dalam pidato singkat namun bermakna.

Pohon Dewandaru, yang dalam kepercayaan Jawa melambangkan kewibawaan, ditanam bersama harapan, semoga tanah tetap subur, masyarakat rukun, dan budaya tidak lekang oleh waktu.

Setelah prosesi, panggung utama berganti warna: satu per satu kelompok kentongan dari tiap desa menampilkan keahlian mereka. Nada-nada dari kayu yang dipahat dengan presisi itu membentuk harmoni yang menggugah. Derap ritme rampak kentongan tak hanya memanjakan telinga, tapi juga membangkitkan rasa bangga menjadi bagian dari warisan yang hidup.

Di sela keramaian, Arip, pengunjung asal Pacitan, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Ini luar biasa. Kita bukan cuma dihibur, tapi juga diingatkan akan akar budaya sendiri,” tuturnya.

Baca Juga :  Pembangunan Wilayah Perbatasan Meningkat, Masyarakat Rasakan Kehidupan Lebih Sejahtera

Festival Kenthong Aji adalah perayaan budaya yang lahir dari keseharian masyarakat pedesaan. Di masa lalu, kentongan adalah alat komunikasi vital dari tanda ronda malam hingga peringatan bahaya. Kini, alat sederhana itu naik panggung sebagai simbol kebersamaan, identitas, dan nilai-nilai luhur masyarakat Sudimoro.

Tak hanya pertunjukan kentongan, festival juga dimeriahkan oleh seni pertunjukan, panggung hiburan, hingga bazar UMKM yang menawarkan kuliner lokal dan kerajinan tangan. Semua berpadu menjadi perayaan meriah dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Malam itu, di bawah hujan yang perlahan reda, Festival Kenthong Aji mengajarkan satu hal: bahwa tradisi bukanlah masa lalu yang ditinggalkan, melainkan pusaka yang terus disuarakan dengan irama, dengan doa, dengan kentongan. (Red/Adv).

Berita Terkait

PLN NP UP Pacitan dan Warga Kembangkan Agrowisata Alpukat Berbasis Lingkungan di Sudimoro
Soal Sumbangan Komite, Kadindik Pacitan: “Jer Basuki Mawa Beya, Demi Pendidikan Lebih Baik”
Jelang Ramadan 1447 H, Polres Pacitan Sidak Pasar dan Agen LPG, Pastikan Harga Stabil dan Stok Aman
Hari Jadi Pacitan ke-281, Dinkes Hadirkan Cek Kesehatan Gratis dan Rumah Terapi
FPPA dan Pemkab Kompak Jaga Kebersihan, Wabup Pacitan Gagas OPD Bertanggung Jawab Kelola Pantai
Kunjungan SBY ke PLTU Pacitan, Momentum Refleksi Infrastruktur Energi Nasional
KONI Pacitan 2025–2029 Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Sinergi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Kasus Mahar Cek Rp3 Miliar, Tarman Keluar dari Tahanan Polres Pacitan Usai 60 Hari Ditahan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:50 WIB

PLN NP UP Pacitan dan Warga Kembangkan Agrowisata Alpukat Berbasis Lingkungan di Sudimoro

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:15 WIB

Soal Sumbangan Komite, Kadindik Pacitan: “Jer Basuki Mawa Beya, Demi Pendidikan Lebih Baik”

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:31 WIB

Jelang Ramadan 1447 H, Polres Pacitan Sidak Pasar dan Agen LPG, Pastikan Harga Stabil dan Stok Aman

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:20 WIB

Hari Jadi Pacitan ke-281, Dinkes Hadirkan Cek Kesehatan Gratis dan Rumah Terapi

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:17 WIB

Kunjungan SBY ke PLTU Pacitan, Momentum Refleksi Infrastruktur Energi Nasional

Berita Terbaru