Satpol PP Pacitan Perang Melawan Rokok Ilegal, Masyarakat Diminta Waspadai 5 Ciri Utamanya

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pacitan masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk menekan praktik yang merugikan negara tersebut, operasi gabungan yang melibatkan Satpol PP, TNI, Polri, dan Bea Cukai Madiun terus digencarkan di berbagai wilayah.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pacitan, Ardyan Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melakukan penindakan terhadap peredaran rokok tanpa pita cukai resmi.

Menurutnya, keberadaan rokok ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menyebabkan kerugian besar bagi penerimaan negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Pemberantasan rokok ilegal akan terus kami lakukan bersama tim gabungan. Peredarannya harus dihentikan karena merugikan banyak pihak,” ujar Ardyan.

Baca Juga :  Selamatkan Rp 4,8 Miliar, Bea Cukai Madiun Musnahkan Rokok dan MMEA Ilegal

Ia menjelaskan, masyarakat perlu mengenali ciri-ciri rokok ilegal agar tidak menjadi bagian dari rantai peredarannya. Setidaknya terdapat lima indikator utama yang perlu diperhatikan, yakni rokok tanpa pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, memakai pita cukai bekas, salah peruntukan pita cukai, serta salah personalisasi.

Selain operasi lapangan, pemerintah juga akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Edukasi dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai dampak negatif rokok ilegal, baik dari sisi hukum maupun ekonomi.

Ardyan mengingatkan bahwa perdagangan rokok ilegal memiliki konsekuensi hukum yang tegas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, pelaku yang memperjualbelikan rokok ilegal dapat dikenakan pidana penjara antara satu hingga lima tahun dan/atau denda paling sedikit dua kali hingga paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayarkan.

Baca Juga :  Menakar Kekuatan Para Kandidat di Pilkada Pacitan Berdasarkan Hasil Pileg 2024

Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan pemberantasan rokok ilegal membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Pasalnya, maraknya peredaran rokok tanpa cukai berdampak langsung pada berkurangnya pendapatan negara dan daerah yang berpotensi menghambat pembangunan.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Dengan bersama-sama menolak rokok ilegal, kita turut menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (apri)

Berita Terkait

Kemilau Pekan Raya Bidik UMKM Naik Kelas hingga Dongkrak PAD
Pekan Raya UMKM Ponorogo Bakal Diramaikan Last Child hingga Ndarboy Gank
Nyaman Jiwo Beach Run 2026, Cara Baru Menikmati Pesona Pantai Pacitan
Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur
Bunda Lisdyarita Bahagiakan Empat Anak Lulu
Bunda Lisdyarita Pastikan Masa Depan Empat Anak Lulu Terjamin
Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah
ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:59 WIB

Kemilau Pekan Raya Bidik UMKM Naik Kelas hingga Dongkrak PAD

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Pekan Raya UMKM Ponorogo Bakal Diramaikan Last Child hingga Ndarboy Gank

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Nyaman Jiwo Beach Run 2026, Cara Baru Menikmati Pesona Pantai Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bunda Lisdyarita Bahagiakan Empat Anak Lulu

Berita Terbaru

Plt Bupati Ponorogo beri beragam bantuan untuk 4 anak Lulu Atinni'mah. (Foto:Istimewa).

Daerah

Bunda Lisdyarita Bahagiakan Empat Anak Lulu

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:30 WIB