ASB Dorong Kemandirian Pemuda Sebagai Pilar Ekonomi Mikro Pedesaan

- Jurnalis

Jumat, 15 Januari 2021 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET,PACITAN- Pandemi Covid-19 memukul seluruh sektor ekonomi makro di seluruh dunia. Dampak besar yang timbul oleh wabah mematikan ini pun dirasakan oleh hampir semua pelaku ekonomi. Tak terkecuali ekonomi mikro masyarakat di pedesaan.

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa ASB pada kegiatan Pelatihan Usaha Bina UMKM di Desa Kalipelus, Kebonagung, Pacitan Kamis, (14/1) kemarin.

Anggota DPRD Pacitan, Arif Setia Budi mendorong para pemuda di pedesaan memaksimalkan potensi desa melalui inovasi dan kreativitas. Baginya, pemuda harus bisa menjadi motor penggerak perekonomian di wilayah pedesaan.

“Pada kenyataannya pandemi ini tidak hanya menyasar sektor-sektor perekomonian nasional. Meskipun skalanya kecil dibanding dampak wilayah perkotaan, masyarakat desa turut merasakan imbasnya,” kata pria yang akrab disapa ASB tersebut.

Baca Juga :  2 Jembatan Putus Diterjang Banjir, Akses Waduk Tukul Tertutup Material Batu

“Untuk itu saya sangat berharap para pemuda khususnya di Desa Kalipelus ini berperan aktif secara kolektif untuk setidaknya mengurangi dampak pandemi pada sektor ekonomi saat ini,” imbuhnya.

Peran pemuda kata ASB cukup penting sebagai jawaban atas ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir. Sehingga pemuda harus terus berdaya dalam persaingan ekonomi yang makin keras.

“Pemuda jadi salah satu aktor penting dalam menggagas dan mengeksekusi ide-ide kreatif untuk mengentaskan persoalan penurunan ekonomi di tengah masyarakat akibat pandemi. Dunia ini sudah terlalu keras pada kehidupan, kalau kita tidak keras memperjuangkan cita-cita maka kesuksesan tidak akan datang tiba-tiba” jelasnya.

Baca Juga :  14 Nama Kandidat, Sinyal Demokrat Jadi Primadona?

Politisi Partai Demokrat itu memotivasi para pemuda desa untuk terus berkarya meskipun diselimuti banyak keterbatasan. Tiap usaha katanya punya resiko yang harus tetap dihadapi

“Kita tidak boleh pesimis. Apapun situasinya para pemuda harus terus berkarya dan selalu berpikir positif. Kegagalan itu sebagai tahapan menuju tangga kesuksesan. Terpenting, terus berusaha, jangan gengsi dan malu, belajar pada pengalaman serta yakinlah pada saatnya nanti akan menuai buah dari kerja keras kita,” tandas ASB.

Berita Terkait

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terbaru