Menu

Mode Gelap
Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo  Empati Bencana Cianjur, SMK PGRI 2 Ponorogo Galang Dana dan Shalat Ghoib Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP  Pertemuan Anies dan 3 Partai, Demokrat : Kami Makin Solid

Daerah · 13 Jan 2021 18:24 WIB ·

Tak Berpihak pada Masyarakat Kecil, Pembatasan Jam Malam Wadahi Pengusaha Besar


 Foto : Ilustrasi suaraindonesia.co.id Perbesar

Foto : Ilustrasi suaraindonesia.co.id

LINTAS7.NET,PACITAN- Penerapan pembatasan operasional malam di Pacitan tak berpihak pada masyarakat kecil. Utamanya para pedagang kaki lima. Mereka yang biasa beroperasi hingga tengah malam harus memupus harapan mendapatkan rupiah lebih banyak.

Aturan yang diterbitkan pemerintah melalui Surat Edaran Bupati Pacitan tertanggal 12 Januari 2021 itu dinilai sengaja membunuh pedagang kecil. Sebab, pembatasan jam malam disesuaikan dengan operasional pusat perbelanjaan maupun toko modern.

Rio, salah satu PKL di jalan Jendral Ahmad Yani Pacitan mempertanyakan efektifitas kebijakan pembatasan jam malam dalam hal menurunkan angka kasus Covid-19.

“Aturan itu menunjukkan arah keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil. Jam 9 malam itu kan waktu tutupnya pusat perbelanjaan. Kalau niatnya mencegah penularan ya sekalian saja dibatasi dari sore atau siang sekalian jangan nanggung begini,” katanya pada awak media.

Lebih lanjut, Rio menganggap pemerintah mengabaikan kondisi masyarakat kecil yang makin sulit mencari ekonomi di tengah pandemi. Apalagi, aturan pembatasan di Pacitan melebihi pembatasan jam malam di daerah zona merah.

“Herannya lagi di Wonogiri yang tingkat resiko penularannya tinggi, pedagang kecil masih dapat ruang sampai pukul 10 malam. Di sini yang hanya berisiko sedang semua disamakan berhenti beroperasi sampai jam 9 malam,” tambahnya.

Dia, berharap kebijakan PPKM ini diikuti dengan solusi bagi pedagang kecil. Pemerintah diharapkan memperhatikan nasib pedagang malam yang tak bisa mengais rejeki secara optimal.

“Harapan Saya jangan hanya membatasi aktivitas masyarakat kecil saja, tetapi kami juga dikasih solusinya. Kami ini kan berusaha untuk mandiri sebenarnya. Tapi aturan yang tak berpihak ini bisa mematikan warga dengan ekonomi rendah,” tandasnya.

Diketahui, meski banyak keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi menetapkan PPKM yang berlaku efektif mulai 12 Januari sampai 25 Januari mendatang.

“Pertimbangan PPKM di Pacitan karena jumlah kasus terus meningkat signifikan. Pembatasan ini diharapkan bisa mengendalikan laju pertambahan Covid-19,” ujar Rachmad Dwiyanto, Jubir GTPP Covid19 Kabupaten Pacitan.

Pada hari Rabu (13/1) ini kasus positif covid-19 bertambah 35 orang. Sehingga kasus aktif menjadi 173 kasus. Total kasus Covid-19 sejak ditemukan pertama berjumlah 1.017 kasus. (IS).

Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Ratusan Warga Daftar PPK Pemilu 2024

27 November 2022 - 20:18 WIB

Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji

26 November 2022 - 20:06 WIB

Alokasi Kursi Dua Dapil di Pacitan Berubah

25 November 2022 - 15:42 WIB

Resmi, Ketroharjo Jadi Desa Baru di Pacitan

24 November 2022 - 21:28 WIB

Empati Bencana Cianjur, SMK PGRI 2 Ponorogo Galang Dana dan Shalat Ghoib

23 November 2022 - 19:57 WIB

Aggota TNI di Ponorogo Gelar Sholat Gaib untuk Korban Gempa Bumi Cianjur

22 November 2022 - 13:57 WIB

Trending di Daerah