USAI berjibaku dengan tahapan seleksi badan adhoc, saatnya kembali ke seleksi KPU lagi. Pekan kemarin, tahapan seleksi KPU yang saya ikuti memasuki tahapan fit and proper test (FPT) bersama pimpinan KPU Jatim. Kamis (30/5), tahapan tersebut digelar. Diikuti sepuluh orang calon anggota KPU Pacitan, yang telah melewati tahapan seleksi sebelumnya. Dipusatkan di Hotel Whyndam Surabaya.
Ini merupakan babak akhir dari rangkaian panjang seleksi KPU kabupaten/kota. Sebab, FPT ini menjadi dasar penentuan siapa yang akan terpilih. Dan tahapan setelah FPT adalah pengumuman pimpinan terpilih. Tahapan ini tidak hanya untuk Pacitan. Tetapi juga serentak untuk kabupaten/kota lainnya. Artinya, dalam sehari itu, jadwalnya dibagi. Kebetulan, kami di Pacitan mendapatkan kesempatan sore hari. Bahkan saya mendapatkan jadwal menjelang petang.
Saat proses ini berlangsung, saya berhadapan langsung dengan Divisi SDM Litbang KPU Jatim Eka Wisnu Wardana. Di belakang, ada operator audio yang mengontrol dan merekam proses FPT ini. Sehingga, dipastikan percakapan di ruangan tersebut terekam. Sebab, proses perekamannya tidak asal-asalan. Tetapi dengan kontrol audio cukup lengkap.
Kurang lebih 20 menit proses FPT ini saya jalani. Di dalam ruangan yang tidak terlalu luas, dengan AC yang disetel cukup besar dan dingin, suasana benar-benar mantap. Pertanyaan pertama yang terlontar, adalah terkait motivasi saya mendaftar kembali sebagai anggota KPU Pacitan untuk periode kedua.
Pertanyaan ini saya jawab dengan semangat saya di awal. Yakni ingin lebih bisa mendedikasikan diri bagi kemajuan demokrasi di Pacitan, yang sudah saya bangun selama satu periode terakhir. Selain itu, beberapa hal yang ingin saya upayakan dalam periode ke depan adalah memastikan bahwa KPU Pacitan lebih informatif dan dapat dijangkau lebih banyak khalayak di Pacitan pada khususnya. Sehingga, masyarakat mengetahui, KPU Pacitan itu berkegiatan apa saja.
Saya menekankan bahwa media komunikasi melalui media sosial, masih layak menjadi jembatan komunikasi. Utamanya ketika KPU memasuki masa di luar tahapan. Publik harus mengetahui, kegiatan apa saja yang dilakukan KPU. Termasuk memastikan adanya ide-ide segar ketika memasuki masa di luar tahapan, yang berdampak untuk kemajuan demokrasi di Pacitan.
Selama satu periode terakhir, saya menyampaikan sudah banyak hal yang saya lakukan. Baik bersifat kegiatan rutin, merealisasikan instruksi hierarki, hingga terobosan-terobosan yang saya lakukan. Disinggung juga terobosan saya membuat aplikasi bernama Sistem Informasi dan Dokumentasi Hukum (SIDAKU). Aplikasi yang sengaja saya buat secara mandiri, untuk menampung produk-produk hukum internal KPU Pacitan, yang tidak bisa dipublikasi secara luas. Sehingga ketika dibutuhkan, bisa cepat dicari, tanpa harus manual mencarinya di rak-rak arsip.
Sayangnya, apa yang saya lakukan tersebut dikatakan bid’ah. Atau sesuatu yang saya adakan tanpa adanya instruksi. Saya sebenarnya kaget dengan istilah ini. Sebuah terobosan untuk mempermudah kinerja bagi saya, justru dinilai sebaliknya. Namun, hal tersebut tidak menjadikan penyesalan bagi saya. Setidaknya saya sudah berbuat sesuatu dalam satu periode awal. Dan benar-benar menjadi sarana mempermudah serta mempercepat kinerja lembaga KPU Pacitan.
Begitulah proses FPT yang saya jalani. Berbeda dengan seleksi-seleksi sebelumnya, kali ini saya nduduk, atau langsung pulang ke Pacitan. Tidak lagi menginap di Surabaya.
Di luar FPT tersebut, kegiatan lain juga dilakukan KPU Pacitan dalam sepekan terakhir. Rabu (29/5), kami bersilaturahmi ke markas Kodim 0801 Pacitan, bertemu langsung komandan Kodim. Kami koordinasikan terkait kesiapan Pilkada dan tahapan-tahapan akhir Pemilu Tahun 2024.
Selain itu, Jumat (31/5), seluruh keluarga besar KPU Pacitan melakukan capacity building ke Surakarta. Agenda ini sekaligus momen penguatan internal KPU Pacitan pasca menyelenggarakan Pemilu Tahun 2024. Pagi hari, Sabtu (1/6), digelar upacara hari lahir Pancasila. Selamat hari lahir Pancasila, 1 Juni 2024. Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Tulisan ke-97/Edisi 27 Mei-2 Juni 2024






