LINTAS7.NET, MADIUN – Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika perdagangan yang terus bergerak, kinerja penerimaan negara di wilayah kerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga akhir Mei 2026, institusi tersebut berhasil menghimpun penerimaan negara sebesar Rp457,98 miliar atau 32,59 persen dari target tahunan yang dipatok mencapai Rp1,405 triliun.
Angka tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor kepabeanan dan cukai masih memegang peran penting dalam menopang pendapatan negara. Dari keseluruhan penerimaan yang terkumpul, sektor cukai kembali menjadi tulang punggung dengan kontribusi hampir seluruh realisasi penerimaan yang tercatat selama lima bulan pertama tahun ini.
Kepala Bea Cukai Madiun, Heru Djatmika Sunindya, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari upaya berkelanjutan yang dilakukan jajarannya dalam mengoptimalkan fungsi pengawasan sekaligus pelayanan kepada para pelaku usaha.
Menurut Heru, keberhasilan tersebut merupakan buah dari sinergi berbagai pihak dalam menjaga kepatuhan serta menciptakan iklim usaha yang sehat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pendampingan dan pelayanan agar pelaku usaha dapat menjalankan kewajibannya dengan baik.
“Penerimaan negara yang berhasil dihimpun merupakan hasil kerja bersama antara Bea Cukai dan para pelaku usaha yang terus menunjukkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Data Bea Cukai Madiun menunjukkan sektor cukai menyumbang Rp457,99 miliar atau 32,60 persen dari target penerimaan cukai sebesar Rp1,405 triliun. Besarnya kontribusi tersebut menegaskan bahwa komoditas barang kena cukai masih menjadi sumber utama penerimaan negara di wilayah kerja Bea Cukai Madiun.
Sementara itu, penerimaan dari bea masuk tercatat sebesar Rp95,74 juta atau telah mencapai 39,53 persen dari target tahunan sebesar Rp242,21 juta. Meski nominalnya relatif lebih kecil dibandingkan sektor cukai, capaian persentase bea masuk justru menjadi yang tertinggi.
Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan sekaligus kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban kepabeanan. Arus barang yang masuk melalui jalur resmi menjadi indikator bahwa mekanisme pengawasan dan pelayanan berjalan semakin efektif.
Memasuki semester kedua tahun 2026, Bea Cukai Madiun berupaya menjaga momentum positif tersebut. Berbagai strategi disiapkan untuk memastikan target penerimaan negara dapat tercapai hingga akhir tahun, mulai dari penguatan koordinasi dengan instansi terkait, peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha, hingga pengawasan yang lebih intensif terhadap peredaran barang kena cukai dan aktivitas kepabeanan.
Dengan realisasi yang telah menembus hampir sepertiga target tahunan hanya dalam kurun lima bulan, optimisme pun menguat. Bea Cukai Madiun berharap tren positif ini terus berlanjut sehingga kontribusi terhadap penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin besar, sekaligus mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat. (apri)






