LINTAS7.NET, PACITAN-Calon Ketua KONI Pacitan, Danur Suprapto, menekankan pentingnya pembenahan sistem pendanaan organisasi olahraga di daerah. Menurutnya, persoalan klasik soal dana harus disikapi dengan perubahan pola pikir dan pendekatan yang lebih kreatif.
“Pendanaan tidak boleh hanya bergantung pada APBD. KONI harus mampu mandiri dengan menggali potensi melalui event-event lokal, kedaerahan, maupun nasional,” ujar Danur saat memaparkan visi misinya, Kamis (28/8/25).
Ia merujuk Pasal 38 ayat (2) AD/ART KONI Tahun 2020 yang menyebut bahwa selain dari APBD, pendanaan juga bisa diperoleh melalui usaha-usaha yang sah. Sementara Pasal 4 ayat (3) menegaskan bahwa KONI adalah organisasi nirlaba dan tidak berafiliasi politik.
“Dua dasar hukum ini cukup jelas sebagai landasan untuk membangun sumber pendanaan alternatif yang sah dan berkelanjutan,” tegasnya.
Danur juga menargetkan peningkatan prestasi atlet Pacitan agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Untuk itu, menurutnya, perlu optimalisasi sarana dan prasarana latihan serta jaminan kesejahteraan atlet.
“Gool kita adalah prestasi dan kesejahteraan atlet. Tanpa itu, mustahil olahraga Pacitan bisa berkembang,” ujarnya.
Dalam penyampaian visi misinya, Danur membawa tiga pilar utama kepemimpinan: mencintai dan memahami olahraga, memiliki pengalaman dalam memimpin organisasi, serta kepemimpinan yang kuat dan kreatif dalam pengelolaan sumber daya.
Ia optimistis, dengan strategi yang tepat, KONI Pacitan bisa bangkit dan menjadi lebih kompetitif.






