Gua Tabuhan, Destinasi Wisata Legendaris di Pacitan yang Menyuguhkan Suara Alami dan Keindahan Alam

- Jurnalis

Jumat, 13 September 2024 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Gua Tabuhan di Kabupaten Pacitan menjadi salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Kota 1001 Goa. Destinasi ini terkenal karena stalaktit yang menghasilkan suara indah mirip gamelan, serta panorama langit-langit gua yang memukau.

Gua Tabuhan terletak di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung. Wisatawan dapat menempuh perjalanan sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Pacitan, yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 45 menit menggunakan kendaraan pribadi. Akses menuju lokasi ini tergolong baik, dengan banyak papan petunjuk arah di sepanjang jalan.

Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut oleh keindahan mulut gua yang luas, dihiasi puluhan stalaktit berwarna putih yang berkilau seperti permata. Di dalam gua, terdapat ruang marmer berbentuk kristal kasar, serta air terjun kecil yang dikenal sebagai Sendang Bidadari, yang konon merupakan tempat mandi para putri raja di masa lalu.

Baca Juga :  Halal Bihalal ARPAC 2025, Hadirkan Semangat Kebersamaan dan Santunan Anak Yatim di Pacitan

Salah satu daya tarik utama Gua Tabuhan adalah pertunjukan musik tradisional. Wisatawan dapat menikmati alunan musik gamelan yang dihasilkan dari bebatuan stalaktit, lengkap dengan nyanyian para sinden. Untuk menyaksikan pertunjukan ini, pengunjung perlu membayar sekitar Rp 100 ribu untuk dua hingga lima lagu Jawa, tergantung kesepakatan.

Baca Juga :  Kabupaten Madiun Antisipasi Banjir, Ini yang Dilakukan

“Atraksi musik yang menarik dan menghibur. Perpaduan seni dan keindahan alam di Gua Tabuhan benar-benar layak dikunjungi,” ungkap Dewi, seorang pengunjung.

Untuk memasuki Gua Tabuhan, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 10 ribu per orang. Fasilitas di area ini cukup memadai, termasuk area parkir, rumah makan, sarana ibadah, serta tempat oleh-oleh khas, seperti batu akik dan aksesoris lainnya.

Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Pacitan, Gua Tabuhan adalah destinasi legendaris yang tak boleh dilewatkan. (red/adv)

 

Berita Terkait

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terbaru