Kontroversi Pernyataan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Soal Ternak Domba di Pacitan

- Jurnalis

Senin, 4 November 2024 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Dalam kampanye debat yang diselenggarakan KPU Pacitan dalam pemilihan kepala daerah serentak 2024, ada hal konyol pernyataan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati nomor urut 1 mengenai ternak domba menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat.

Calon Bupati, Ronny Wahyono menegaskan pentingnya program wirausaha peternakan domba di seluruh Kabupaten Pacitan, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani. Menurutnya, ternak domba bisa menjadi alternatif penghasilan yang menjanjikan bagi masyarakat.

“Kami akan membuat wirausaha, sebuah grand design peternakan seKabupaten Pacitan, bagaimana setiap petani mempunyai ternak domba agar petani bisa memiliki sumber pendapatan yang lebih baik. Domba memiliki potensi pasar yang bagus dan dapat dikembangkan di Kabupaten Pacitan,” kata Ronny Wahyono dalam acara debat kedua, Minggu (03/11/24) kemarin malam.

Baca Juga :  Kaleidoskop Pacitan 2023: Optimalkan Potensi, Wujudkan Pemerataan Pembangunan hingga Gelimang Prestasi

Namun, pandangan berbeda dikatakan oleh Calon Wakil Bupati Wahyu Saptono Hadi, yang menyatakan bahwa kondisi geografis kabupaten Pacitan kurang mendukung untuk pengembangan peternakan domba. Ia berpendapat bahwa kambing lebih cocok untuk wilayah tersebut.

“Untuk Pacitan kondisi geografisnya kurang pas untuk domba yang bagus untuk ternak kambing. Karena domba itu makannya rumput, dan rumput tersedianya hanya pada saat musim hujan,” kata Wahyu Saptono Hadi Calon Wakil Bupati.

Baca Juga :  Sekolah Alam Pacitan Torehkan Penghargaan Internasional

Perbedaan pendapat ini menimbulkan diskusi dan pertanyaan di kalangan masyarakat, antara Calon Bupati dan Wakil Bupati ada program yang tidak sejalan.

“Pasangan calon seharusnya memiliki keselarasan dalam program untuk memastikan efektifitas dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Santoso warga Desa Arjowinangun.

Masyarakat kini menantikan klarifikasi lebih lanjut dari kedua calon mengenai program peternakan dan bagaimana mereka berencana menanggapi tantangan geografis yang ada.

Pemilih diharapkan untuk mempertimbangkan visi dan solusi yang ditawarkan oleh masing-masing calon dalam menentukan pilihan mereka di pemilihan 27 November 2024 mendatang.

Berita Terkait

Edwin Aji Pimpin PWI Pacitan, Bawa Energi dan Gagasan Anak Muda
Dorong Kelompok Rentan Jadi Aktor Ketangguhan Bencana, Kelurahan Ploso Gelar Pelatihan
SPPG Pacitan Jadi Percontohan Jawa Timur, Seluruh Relawan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Dinkes Pacitan Perkuat Layanan Ibu dan Anak, Gandeng Dokter Spesialis
Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:50 WIB

Edwin Aji Pimpin PWI Pacitan, Bawa Energi dan Gagasan Anak Muda

Selasa, 8 September 2026 - 10:00 WIB

Dorong Kelompok Rentan Jadi Aktor Ketangguhan Bencana, Kelurahan Ploso Gelar Pelatihan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:35 WIB

SPPG Pacitan Jadi Percontohan Jawa Timur, Seluruh Relawan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinkes Pacitan Perkuat Layanan Ibu dan Anak, Gandeng Dokter Spesialis

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Berita Terbaru