Menu

Mode Gelap
Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

Ngawi · 1 Mar 2020 19:24 WIB ·

Pasar Jadul Besutan Dispora Ngawi Makin Mentradisi


 Pasar Jadul Besutan Dispora Ngawi Makin Mentradisi Perbesar

NGAWI. Pasar Jadul Taman Wisata Tawun Ngawi kian waktu kian menyedot perhatian pengunjung sejak digelar kali pertama Juni lalu. Pasar yang dibuka hanya tiap minggu legi pada kalender Jawa ini, selalu dipenuhi para pengunjung untuk menikmati suasana pasar tradisonal masa lalu lengkap dengan kostum para pedagangnya.

Puluhan lapak pedagang digelar dibawah rindangnya pohon dan rimbunan bambu pengunjung dapat membeli jajanan tempo dulu khas warga Ngawi maupun masyarakat Jawa mataraman pada umumnya seperti jenang grendul, nasi tiwul, cenil dan lain-lain.

Seperti halnya yang berlangsung pada hari Minggu, ( 01/03), pasar yang terletak di sisi barat dari area Taman Wisata Tawun desa Tawun kecamatan Kasreman ini, padat dikunjungi oleh para masyarakat baik dari dalam maupun luar kota.

Rata rata dari para pengunjung mengaku menikmati sensasi nostalgia berbelanja di pasar era 50, dimana masih menemukan jajanan masa lalu, barang barang lawas dan bahkan hiburan rakyat seperti kesenian cokean mengisi ruang disudut sudut.

Salah seorang pengunjung dari Surabaya, menyampaikan jika ia dan beberapa temanya sengaja datang ke Ngawi untuk menikmati sensasi tempo dulu di pasar ini. Menurutnya dibanding pasar jadul di kota lain , pasar jadul di Ngawi terasa lebih berkesan karena ditempatkan dipinggiran kota lengkap dengan nuansa pedesaan.

“Pasar jadul disini sangat mengesankan karena diletakan diantara rimbunan rumpun bambu, pohon jati dan berada di pedesaan yang bisa membawa kita bernostalgia seperti 50 tahun yang lalu,” kata Elis yang datang bersama 300 teman sealuminya angkatan 1967 di SMA 5 Surabaya.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, yang ditemui ditengah pengunjung mengatakan jika keberadaan paket wisata ini bisa menyedot perhatian publik, terlihat makin banyaknya pengujung setiap kali digelar.

“Ide kreatif untuk membangkitkan nostalgia masa lalu tersebut, mendapat apresiasi dari pengunjung, dan akan terus dikembangkan utamanya penambahan sarana prasarana, sehingga acara yang merupakan ikon Kabupaten Ngawi ini dapat mengundang penasaran pengunjung luar kota dan dapat ketagihan untuk melakukan kunjungan berikutnya,” kata Kanang ( sapaan akrab Bupati Ngawi –red).

Apa yang disampaikan Kanang tersebut sperti menginstruksikan kepada operator untuk memperhatikan kekurangan yang ada seperti penyedian loket penukaran uang yang lebih memadai, agar tidak terjadi antrian yang merepotkan, serta sarana lain yang menambah kenyamanan pengunjung. (pr)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Forkopimda Jatim Dampingi Presiden RI Resmikan Pasar Besar Ngawi

18 Desember 2021 - 00:01 WIB

Babak Penentu, Persepon Ungguli Persekama 2-1

18 November 2021 - 15:39 WIB

Kades Bicara SDGs Minta Sebagai Leadership Pembangunan Nasional NGAWI. Desa merupakan

10 Mei 2021 - 13:42 WIB

Peduli Sesama, Dharma Wanita Kantor Imigrasi Madiun Bagikan Sembako dan Mukena

8 Mei 2021 - 14:44 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Trending di Daerah