Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual

- Jurnalis

Rabu, 17 Maret 2021 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sarasehan PT Petrokimia Gresik bersama asosiasi distributor pupuk Indonesia dan mitra petroganik, di ruang rapat Mbah Djoe resort, Magetan, Rabu (17/03/2021).

LINTAS7.NET, MAGETAN – Sebagai wujud komitmen menjamin kebutuhan petani di sepanjang masa tanam tahun 2021, PT Petrokimia Gresik telah mengalokasikan sedikitnya 15 ribu ton pupuk non subsidi untuk wilayah kerja Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, Magetan (BNM), serta Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Madiun (PAPOMA).

Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam sarasehan antara PT Petrokimia Gresik bersama asosiasi distributor pupuk Indonesia dan mitra petroganik, di ruang rapat Mbah Djoe resort, Magetan, Rabu (17/03/2021).

Selain itu, sarasehan yang diadakan oleh para distributor pupuk anggota Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia dan Mitra Petroganik PT Petrokimia Gresik di wilayah BNM dan PAPOMA tersebut juga menegaskan komitmen untuk menyeragamkan harga jual pupuk non subsidi di tahun 2021. Terutama disaat musim tanam tiba.

Forum rembuk antar distributor pupuk yang pertama kali digelar selama awal tahun 2021 ini dihadiri Direktur PT. Tribumi Bersatu, Bambang Setyawan beserta Direksinya Sugeng Irianto, dan Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Pertrokimia Gresik wilayah kerja Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo dan Madiun M. Fajar Ismail, dan SPDP Petrokimia Gresik wilayah kerja Bojonegoro, Ngawi dan Magetan, Sigit Cahyono.

Baca Juga :  Tabrakan di Tikungan Jalan Raya Pacitan-Ponorogo, Dua Pengemudi Selamat Meski Terluka

Kegiatan yang menjadi ajang komunikasi dan diskusi asosiasi distributor pupuk di wilayah penyangga pangan pokok di sektor barat dan selatan provinsi Jawa Timur ini diapresiasi Direktur PT Tribumi Bersatu Bambang Setyawan.

Menurut Bambang, kekompakan para distributor di daerah merupakan satu komitmen bersama demi mewujudkan kesejahteraan para petani.

“Kami selaku distributor utama Phonska Plus sangat mengapresiasi kekompakan para distributor pupuk, sebagai komitmen untuk melangkah bersama demi kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Sementara, M. Fajar Ismail selaku Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Pertrokimia Gresik Wilayah kerja Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo dan Madiun dan Sigit Cahyono selaku SPDP Petrokimia Gresik wilayah kerja Bojonegoro, Ngawi, dan Magetan, Jawa Timur berharap dapat menjadi sinergi antara Petrokimia Gresik dengan para distributor dalam mempertahankan kepercayaan petani terhadap penyediaan dan penjualan produk Petrokimia Gresik.

Baca Juga :  13 Parpol Deklarasi Nyawiji-Sumrambah

“Tahun 2020 kita di BNM dan PAPOMA menjadi percontohan nasional dalam pelayanan terhadap petani, mulai dari penyediaan, penyaluran dan jaminan kualitas produk, semoga kedepan sinergitas ini semakin baik,” kata M. Fajar Ismail Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Pertrokimia Gresik Wilayah kerja Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo dan Madiun.

Di tempat yang sama, Sigit Cahyono selaku SPDP Petrokimia Gresik wilayah kerja Bojonegoro, Ngawi dan Magetan, Jawa Timur menambahkan, carut marut harga pupuk non subsidi harus dihindari, terutama pada saat musim tanam tiba. Harga pupuk harus disepakati agar tidak terjadi saling menjatuhkan di antara para distributor atau penyalur pupuk di daerah.

“Kita harus hindari carut marutnya harga, kita sepakati agar kios yang satu dengan yang lain tidak saling jatuh menjatuhkan, terutama untuk produk NPK Phonska Plus untuk memanjakan para petani,” ujar Sigit Cahyono. (ant/red)

Berita Terkait

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terbaru