Menu

Mode Gelap
Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

Daerah · 23 Jan 2021 19:51 WIB ·

Pebisnis Luar Kuasai Pasar, Pengusaha Gadget Lokal Gusar


 Pebisnis Luar Kuasai Pasar, Pengusaha Gadget Lokal Gusar Perbesar

LINTAS7.NET,PACITAN– Para pengusaha lokal di bidang penjualan handpone di Pacitan mulai gusar dengan persaingan pasar yang makin kompetitif. Terlebih, kota berjuluk 1001 gua kini jadi sasaran bisnis pengusaha besar dari luar daerah.

Keberadaan pebisnis gadget seluler dari luar Pacitan ini pun dikeluhkan para pengusaha yang tergabung dalam Perkumpulan Jolo Arto Pacitan. Menurut mereka, kondisi para pengusaha lokal makin terjepit.

Salah satu pengusaha lokal, Cucun mengaku hadirnya kompetitor dengan sumberdaya yang lebih besar otomatis menurunkan penghasilan para pengusaha lokal. Bahkan, omzet mereka ada yang sampai turun secara drastis.

“Semenjak masuknya kompetitor dari luar Pacitan, pendapatan usaha saya turun drastis hingga 80 persen. Dampaknya tidak hanya income (pendapatan,red) tapi karyawan kita juga ikut terimbas langsung,” ungkapnya kemarin.

Lebih lanjut, Cucun telah menyampaikan aspirasi para pengusaha lokal kepada DPRD Pacitan. Harapannya supaya hadir sebuah kebijakan pemerintah daerah yang memihak dan melindungi para pengusaha asli Pacitan.

“Kami berharap aspirasi kami didengarkan dan ditindaklanjuti dengan serius supaya masyarakat Pacitan punya kesempatan untuk sukses di tanah kelahirannya sendiri,” tambahnya.

Pemerintah sejatinya telah menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern. Aturan ini menjadi acuan mekanisme operasi pasar modern di Pacitan, agar tidak berbenturan dengan pengusaha lokal. Penegakan atas peraturan tersebut mesti dioptimalkan.

Di samping itu, terdapat Peraturan Bupati Pacitan Nomor 86 Tahun 2016 tentang Pedoman Penerbitan Izin Usaha. Dimana dalam bab VI tentang pemberian sanksi administrasi , toko swalayan yang melanggar ketentuan, dapat dikenai sanksi berupa peringatan tertulis, pembekuan izin usaha hingga pencabutan izin usaha.

Terkait aspirasi dan keluhan para pengusaha lokal ini, Ketua DPRD Pacitan meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan kajian teknis. Termasuk mengawasi izin para pengusaha luar daerah, yang beroperasi di Pacitan. Jika ditemukan tindakan yang tidak sesuai prosedur, DPRD berharap pemerintah mengambil sikap tegas.

“Kami juga meminta komisi III untuk membahas ini lebih lanjut,” kata Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono yang memimpin jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Artikel ini telah dibaca 216 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita

8 Desember 2022 - 19:17 WIB

Badan Jalan Amblas di Jalur Bandar-Tegalombo Capai Puluhan Meter

8 Desember 2022 - 10:41 WIB

Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya

7 Desember 2022 - 18:54 WIB

Pertanian Dinilai Masa Depan Ketahanan Pangan

6 Desember 2022 - 19:47 WIB

Pengunjung Goa Gong Tertimpa Atap Gazebo Runtuh

5 Desember 2022 - 20:40 WIB

Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka

4 Desember 2022 - 22:54 WIB

Trending di Pacitan