Menu

Mode Gelap
Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun  Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji

Ngawi · 25 Feb 2019 23:27 WIB ·

Wabup Ony Akui Petani Jagung Terkendala Pupuk


 Wabup Ony Akui Petani Jagung Terkendala Pupuk Perbesar

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar mengakui keberadaan petani jagung sekarang ini masih terkendala pupuk. Mengingat keberadaan petani jagung yang mayoritas berada dipinggiran hutan belum masuk sebagai anggota Kelompok Tani (Koptan). Melainkan dibawah LMDH kerjasama dengan Perhutani.

Dengan alasan itu secara otomatis petani jagung tidak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi yang diatur melalui mekanisme RDTRK seperti petani padi. Solusinya harus ada intervensi swasta maupun pemerintah dengan mencarikan pupuk non subsidi berkwalitas dengan harga terjangkau.

“Petani jagung biasanya mengerjakan lahan milik Perhutani masuk LMDH jelas tidak memperoleh pupuk bersubsidi. Makanya harus ada peran swasta dan pemerintah,” terang Ony Anwar via phone, Senin, (25/02/2019).

Meski demikian tandasnya, pihak petani masih bisa menjangkau harga pupuk non subsidi setelah harga jagung lumayan bagus. Namun sebaliknya jika harga terpuruk tidak menutup kemungkinan menjadi batu sandungan para petani jagung.

Dijelaskan Ony, dipasaran harga jagung pipil basah mencapai Rp 2.100/kg. Dan pihaknya mengapresiasi positif keberadan Induk Koperasi Syirkah Muawanah (Inkopsim) – PBNU. Dimana mampu menyerap produksi jagung dari petani dengan pengiriman perdana ke PT Sidoagung dan PT Patriot yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Ungkapnya, dalam per harinya mampu mengirimkan 120 ton jagung pipil basah hingga 40 hari kedepan. Sehingga guna mempertahankan jagung berkwalitas terang Ony harus menggandeng pihak pabrikan.

Terpisah, Marsudi Kepala Disperta Ngawi membeberkan, sekarang ini petani jagung mampu memproduksi sekitar 129 ribu ton jagung. Ditargetkan dalam jangka tertentu mampu tembus 259 ribu ton jagung dari luasan area lahan 37 ribu hektar. (en*)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP 

21 November 2022 - 13:02 WIB

Komplotan Spesialis Pencurian Pikap Diringkus Polisi

18 November 2022 - 22:32 WIB

Diduga Gelapkan Dana 2,9 M, Bendahara Koperasi Kodim Pacitan Ditahan

18 November 2022 - 14:19 WIB

Ingin Lulus Ujian Praktek SIM? Jangan Khawatir, Satpas Polres Madiun Beri Pelatihan Ujian Praktek SIM Gratis 

8 November 2022 - 11:43 WIB

Pemeran Video Mesum Kebaya Merah Ditangkap Polisi

8 November 2022 - 10:49 WIB

Trending di Nasional