Menu

Mode Gelap
Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun  Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji

Industri · 7 Nov 2019 09:38 WIB ·

21 Pengurus Dekranasda Kabupaten Madiun Resmi Dikukuhkan


 21 Pengurus Dekranasda Kabupaten Madiun Resmi Dikukuhkan Perbesar

Lintas7.net, MADIUN – Sebanyak 21 pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Madiun periode 2018-2023 resmi dikukuhkan. Pengukuhan dilaksanakan pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Rabu (6/11/2019).

Acara dihadiri oleh ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, ketua Dekranasda Kabupaten Madiun Ny. Ahmad Dawami, Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto beserta istri, segenap jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Madiun, serta para pengrajin Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se-Kabupaten Madiun.

Tidak kurang dari 30 stan hasil karya pengrajin kriya, makanan dan minuman serta galeri kabupaten dan perwakilan galeri kecamatan yang diwakili oleh Kecamatan Dagangan dengan produk unggulan seperti batik khas Kabupaten Madiun, kerajinan tangan, serta aneka makanan dan minuman ditampilkan dalam acara tersebut.

Suguhan pertunjukan seni Dongkrek khas Kabupaten Madiun, tari-tarian, senam Kampung Pesilat Indonesia dan fashion show Batik Kabupaten Madiun membuat acara semakin berwarna.

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin mengaku kagum dengan para pengrajin UMKM di Kabupaten Madiun. Menurutnya, kekompakan dan sinergitas antar OPD dengan binaannya masing-masing sangat terjaga. Sehingga tidak ada persaingan yang tidak sehat atau saling menjatuhkan.

“Disini (Kabupaten Madiun) setiap dinas saling membina binaannya masing-masing dan tidak ada rasa saing-saingan, sinergitasnya luar biasa, bersaingnya begitu sehat, membinanya begitu sehat, membuat karyanya semakin kaya lagi karena yang membina juga semakin banyak,” terang Arumi.

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini juga terkesan dengan wacana Pemkab Madiun yang akan membangun 15 galeri yang tersebar di setiap kecamatan sebagai wadah pengrajin atapun UMKM memamerkan hasil karyanya.

“Itu kan luar biasa, sepengalaman saya tidak semua sampai ke kecamatan-kecamatan,” ungkapnya.

Dia berharap ini salah satu yang jadi daya tarik wisata. Karena ini bisa membuat pengunjung yang ingin datang ke tempat yang banyak kerajinannya tidak perlu jauh-jauh.

“Mendekatkan turis dengan perajin dan membuka peluang untuk IKM menjadi lebih baik,” katanya.

Terkait kendala pemasaran, Arumi mengatakan bahwa Dekranasda Provinsi Jatim akan rutin melakukan sosialisasi, memfasilitasi pameran dan memanfaatkan digital marketing.

Dekranasda Provinsi Jatim setiap tahun menggelar pameran untuk memfasilitasi Kabupaten/Kota. Dengan mengkurasi atau memasang seluruh hasil karya satu daerah dalam satu stan pameran. Mempertahankan hak cipta atau hak kekayaan intelektual untuk menghindari klaim dari pihak lain serta indikasi geografis untuk menambah edit value sebuah produk.

“Memang pemasaran menjadi kendala, tapi saya pikir dengan strategi yang tepat bisa diatasi,” ujarnya.

Menurut Arumi, prioritas Jatim adalah produk tekstil, aksesoris, furniture, dan pernak-pernik. Sektor furniture merupakan produk dengan pangsa pasar yang paling besar. Dan saat ini, sudah proses MOU untuk 3 tahun kedepan masuk ke Eropa, khususnya Perancis.

“Kabupaten Madiun punya Jati. Potensinya gede banget lho, susah nyari Jati sekarang ini,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono mengatakan, 21 pengurus Dekranasda Kabupaten Madiun yang dilantik merupakan pengurus dari unsur OPD. Hal itu sesuai instruksi Bupati Madiun Ahmad Dawami yang menginstruksikan seluruh OPD wajib memiliki UMKM binaan.

“Ini memang menjadi hal yang sudah kita evaluasi, ketika sinergitas terbangun antara OPD, UMKM, dan kelembagaan dinas maka optimalisasinya akan lebih baik,” kata Anang.

Selama ini Batik menjadi andalan. Selain itu, pihaknya juga akan menonjolkan produk kayu dari Saradan, produk makanan dan minuman seperti brem, kopi, coklat, dan kue Manco juga akan terus didorong menjadi komoditi unggulan.

“Kue Manco itu menjadi menu prioritas tamu-tamu kita. Sedangkan terkait kerajinan kayu, kita sudah berkoordinasi dengan provinsi khususnya UPT kayu di Pasuruan. Jadi nanti sentra kayu di Saradan ini kita perkuat dulu dan dievaluasi lagi dalam rangka mewujudkan apa yang diharapkan bu Arumi,” terangnya. (ant/adv) 

Artikel ini telah dibaca 161 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan 

2 Desember 2022 - 23:40 WIB

Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

30 November 2022 - 15:41 WIB

Pecah !!! Ribuan Orang Ikuti Jalan Pagi Bareng Bupati, Rayakan HUT ke-4 Pujasera Jiwan

27 November 2022 - 18:23 WIB

Ratusan Peserta Ikuti Ujian Tulis Penerimaan Perangkat di Dua Desa di Kecamatan Madiun

26 November 2022 - 20:07 WIB

Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo 

25 November 2022 - 18:43 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Trending di Nasional