21 Pengurus Dekranasda Kabupaten Madiun Resmi Dikukuhkan

- Jurnalis

Kamis, 7 November 2019 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintas7.net, MADIUN – Sebanyak 21 pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Madiun periode 2018-2023 resmi dikukuhkan. Pengukuhan dilaksanakan pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Rabu (6/11/2019).

Acara dihadiri oleh ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, ketua Dekranasda Kabupaten Madiun Ny. Ahmad Dawami, Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto beserta istri, segenap jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Madiun, serta para pengrajin Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se-Kabupaten Madiun.

Tidak kurang dari 30 stan hasil karya pengrajin kriya, makanan dan minuman serta galeri kabupaten dan perwakilan galeri kecamatan yang diwakili oleh Kecamatan Dagangan dengan produk unggulan seperti batik khas Kabupaten Madiun, kerajinan tangan, serta aneka makanan dan minuman ditampilkan dalam acara tersebut.

Suguhan pertunjukan seni Dongkrek khas Kabupaten Madiun, tari-tarian, senam Kampung Pesilat Indonesia dan fashion show Batik Kabupaten Madiun membuat acara semakin berwarna.

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin mengaku kagum dengan para pengrajin UMKM di Kabupaten Madiun. Menurutnya, kekompakan dan sinergitas antar OPD dengan binaannya masing-masing sangat terjaga. Sehingga tidak ada persaingan yang tidak sehat atau saling menjatuhkan.

“Disini (Kabupaten Madiun) setiap dinas saling membina binaannya masing-masing dan tidak ada rasa saing-saingan, sinergitasnya luar biasa, bersaingnya begitu sehat, membinanya begitu sehat, membuat karyanya semakin kaya lagi karena yang membina juga semakin banyak,” terang Arumi.

Baca Juga :  PKS Merapat, Aji-Gagarin Makin Kuat!

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini juga terkesan dengan wacana Pemkab Madiun yang akan membangun 15 galeri yang tersebar di setiap kecamatan sebagai wadah pengrajin atapun UMKM memamerkan hasil karyanya.

“Itu kan luar biasa, sepengalaman saya tidak semua sampai ke kecamatan-kecamatan,” ungkapnya.

Dia berharap ini salah satu yang jadi daya tarik wisata. Karena ini bisa membuat pengunjung yang ingin datang ke tempat yang banyak kerajinannya tidak perlu jauh-jauh.

“Mendekatkan turis dengan perajin dan membuka peluang untuk IKM menjadi lebih baik,” katanya.

Terkait kendala pemasaran, Arumi mengatakan bahwa Dekranasda Provinsi Jatim akan rutin melakukan sosialisasi, memfasilitasi pameran dan memanfaatkan digital marketing.

Dekranasda Provinsi Jatim setiap tahun menggelar pameran untuk memfasilitasi Kabupaten/Kota. Dengan mengkurasi atau memasang seluruh hasil karya satu daerah dalam satu stan pameran. Mempertahankan hak cipta atau hak kekayaan intelektual untuk menghindari klaim dari pihak lain serta indikasi geografis untuk menambah edit value sebuah produk.

“Memang pemasaran menjadi kendala, tapi saya pikir dengan strategi yang tepat bisa diatasi,” ujarnya.

Menurut Arumi, prioritas Jatim adalah produk tekstil, aksesoris, furniture, dan pernak-pernik. Sektor furniture merupakan produk dengan pangsa pasar yang paling besar. Dan saat ini, sudah proses MOU untuk 3 tahun kedepan masuk ke Eropa, khususnya Perancis.

Baca Juga :  Tokoh NU Kabupaten Madiun Dukung Pembubaran FPI

“Kabupaten Madiun punya Jati. Potensinya gede banget lho, susah nyari Jati sekarang ini,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono mengatakan, 21 pengurus Dekranasda Kabupaten Madiun yang dilantik merupakan pengurus dari unsur OPD. Hal itu sesuai instruksi Bupati Madiun Ahmad Dawami yang menginstruksikan seluruh OPD wajib memiliki UMKM binaan.

“Ini memang menjadi hal yang sudah kita evaluasi, ketika sinergitas terbangun antara OPD, UMKM, dan kelembagaan dinas maka optimalisasinya akan lebih baik,” kata Anang.

Selama ini Batik menjadi andalan. Selain itu, pihaknya juga akan menonjolkan produk kayu dari Saradan, produk makanan dan minuman seperti brem, kopi, coklat, dan kue Manco juga akan terus didorong menjadi komoditi unggulan.

“Kue Manco itu menjadi menu prioritas tamu-tamu kita. Sedangkan terkait kerajinan kayu, kita sudah berkoordinasi dengan provinsi khususnya UPT kayu di Pasuruan. Jadi nanti sentra kayu di Saradan ini kita perkuat dulu dan dievaluasi lagi dalam rangka mewujudkan apa yang diharapkan bu Arumi,” terangnya. (ant/adv) 

Berita Terkait

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa
KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh
PLN Nusantara Power UP Pacitan Gandeng Kejari, Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN
Bakorwil III Malang Terima Keris Pusaka Presiden Prabowo Dan Menteri Kebudayaan, Tandai Perayaan Hari Keris Nasional 2026
Soal Sumbangan Komite, Kadindik Pacitan: “Jer Basuki Mawa Beya, Demi Pendidikan Lebih Baik”
Data Pribadi di Ujung Jari, Ancaman Nyata di Balik Pinjol Ilegal
Jelang Ramadan 1447 H, Polres Pacitan Sidak Pasar dan Agen LPG, Pastikan Harga Stabil dan Stok Aman

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:13 WIB

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Senin, 18 Mei 2026 - 16:41 WIB

KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh

Senin, 20 April 2026 - 17:06 WIB

PLN Nusantara Power UP Pacitan Gandeng Kejari, Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Sabtu, 18 April 2026 - 19:52 WIB

Bakorwil III Malang Terima Keris Pusaka Presiden Prabowo Dan Menteri Kebudayaan, Tandai Perayaan Hari Keris Nasional 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:15 WIB

Soal Sumbangan Komite, Kadindik Pacitan: “Jer Basuki Mawa Beya, Demi Pendidikan Lebih Baik”

Berita Terbaru