Mengusung Cerita Rakyat, Ronthek Kecamatan Bandar Tampil Mengesankan

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan atraktif ronthek Kecamatan Bandar pada Minggu (6/7) malam. (Foto : Lintas7.net).

Penampilan atraktif ronthek Kecamatan Bandar pada Minggu (6/7) malam. (Foto : Lintas7.net).

LINTAS7.NET, PACITAN- Festival Ronthek Pacitan 2025 memasuki hari kedua. Lima grup ronthek menampilkan yang terbaik untuk mencuri perhatian dewan juri dan menghibur penonton. Satu diantaranya adalah Kecamatan Bandar.

Ronthek Kecamatan Bandar tampil cetar menarik perhatiah penonton di panggung utama. Perpaduan bunyi kentongan dan gamelan tradisional menghasilkan irama musik yang istimewa.

Kostum para pemain yang menyerupai sapi dan harimau menambah kesan baik. Ini selaras dengan tema “Lembah Lembu”. Pun, gerakan lincah para penari perempuan semakin memperkuat pesan visual dan estetika pertunjukan.

“Lembah Lembu” sendiri merupakan cerita rakyat dari Desa Kledung, Kecamatan Bandar yang mengisahkan tentabf Mbah Iro Kombor, sosok yang diyakini sebagai pepunden atau tokoh spiritual yang bermukim di Bukit Karang Gemblewang.

Baca Juga :  Akhirnya Patuh Aturan! Mbois Mulai Kampanye Berijin Resmi Kepolisian

Dalam kisahnya, Iro Kombor memiliki kelebihan akrab dengab hewan buas dan dikenal dikeliling Poro Simo (para harimau), simbol dari kekuatan dan penjagaan alam.

“Cerita ini bukan hanya legenda, tapi menjadi identitas dan harapan masyarakat Kledung. Beternak lembu bagi mereka adalah simbol kemakmuran dan keberlangsungan hidup yang erat kaitannya dengan kelestarian alam,” kata Camat Bandar, Wuriyanto, saat diwawancarai wartawan.

Wuriyanto mengapresiasi kerja keras para seniman muda dan pelatih lokal yang terus menjaga warisan budaya daerah.

Baca Juga :  Hari Sumpah Pemuda, Wawali Inda Raya : Pemuda Jangan Nglokro !

“Kami bangga, generasi muda di Kecamatan Bandar mampu mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal menjadi seni pertunjukan yang kuat dan penuh makna. Ini bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan agar kita tak melupakan akar budaya sendiri,” tambahnya.

Penampilan atraktif Ronthek Kecamatan Bandar mendapat sambutan hangat dari penonton. Suara tepuk tangan meriah terdengar hingga akhir pertunjukan.

Dengan keunikan tema dan kekuatan narasi lokal yang diusung, Kecamatan Bandar optimis menjadi salah satu kontestan unggulan di Festival Ronthek Pacitan 2025.(Red/Adv).

Berita Terkait

Nyaman Jiwo Beach Run 2026, Cara Baru Menikmati Pesona Pantai Pacitan
Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur
Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah
ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus
Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Nyaman Jiwo Beach Run 2026, Cara Baru Menikmati Pesona Pantai Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Berita Terbaru