Malam Horor dan Mencekam di FFH 2025 Pacitan

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Komunitas Ruang Film Pacitan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Pacitan resmi menggelar Festival Film Horor (FFH) 2025, festival film horor pertama di Indonesia, pada Jumat (12/12/25) di Pantai Pancer Dorr, Pacitan, Jawa Timur. Festival ini diinisiasi sutradara Garin Nugroho dan menjadi tonggak bersejarah bagi Pacitan serta perfilman nasional.

FFH 2025 dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung dan berhasil menjaring 285 film horor dari sineas seluruh Indonesia. Selain pemutaran film hasil kurasi dewan juri, festival ini juga menggelar Workshop Keaktoran Film Horor di SMKN 1 Pacitan yang dipandu Whani Darmawan dan Pritt Timothy sebagai upaya pengembangan talenta muda.

Baca Juga :  Tanah Longsor Terjang Pacitan, Satu Orang Meninggal Tertimbun Material Longsoran

Pembukaan festival berlangsung meriah dan unik dengan latar bibir laut selatan. Menjelang malam, arak-arakan pembukaan diikuti Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, jajaran pemerintah daerah, sineas, serta penari rontek dari Sanggar Pradapa Lokabakti berkostum hantu lokal. Nuansa dramatis kian terasa saat seremoni penyalaan api petromaks sebagai tanda peresmian festival.

FFH 2025 turut dihadiri sejumlah aktor, sutradara, kritikus, dan akademisi film nasional, di antaranya Siti Fauziah, BW Purbanegara, Hestu Saputra, Ekky Imanjaya, serta para pengkaji film dari UGM, ISI, dan IKJ.

Baca Juga :  Kecamatan Sudimoro Jadi Start EMP Ujung Timur Kota Pacitan

Dalam sambutan videonya, Garin Nugroho menegaskan bahwa film horor bukan sekadar hiburan, melainkan cermin budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menyebut sekitar 70 persen film Indonesia merupakan film horor, yang menjadi penopang utama industri perfilman nasional.

Sebagai penutup rangkaian pembukaan, diputar film undangan “Pelabuhan Berkabut” produksi Kura Kura Film, yang mengangkat isu stunting, krisis ekologi, dan ketahanan pangan, dilanjutkan diskusi bersama pembuat film.

Dari Pacitan, FFH 2025 menegaskan film horor sebagai medium refleksi dan kritik sosial budaya, sekaligus membuka ruang baru bagi sinema Indonesia yang berakar pada kearifan lokal.

Berita Terkait

Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah
Kecamatan Pacitan Juara Umum Porseni SD-SMP Pacitan 2026, Raih 53 Medali
Miris! Oknum Guru SD di Tulakan Diduga Rayu Remaja Difabel Lewat Chat Mesum
Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa
KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh
Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”
Upacara Adat ‘Jangkrik Genggong’ Wujud Syukur dari Hasil Laut

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:15 WIB

Kecamatan Pacitan Juara Umum Porseni SD-SMP Pacitan 2026, Raih 53 Medali

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:26 WIB

Miris! Oknum Guru SD di Tulakan Diduga Rayu Remaja Difabel Lewat Chat Mesum

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:13 WIB

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Senin, 18 Mei 2026 - 16:41 WIB

KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh

Berita Terbaru