LINTAS7.NET, PACITAN- Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan ancaman penyakit leptospirosis. Salah satunya melalui kegiatan mini lokakarya yang digelar di pendapa Kecamatan Ngadirojo.
Pengetahuan masyarakat di wilayah Ngadirojo terhadap penyakit leptospirosis ini penting. Terlebih, wilayah di bagian timur Kota Pacitan ini jadi salah satu kawasan rawan penyebaran leptospirosis seiring lahan persawahan yang begitu luas.
Mini lokakarya lintas sektor diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari kader kesehatan, perangkat pemerintahan dan masyarakat. Keterlibatan seluruh elemen ini diharapkan bisa memaksimalkan pencegahan penyebaran leptospirosis.
“Kegiatan ini membahas tuntas strategi pencegahan Leptospirosis, karena perlindungan terbaik dimulai dari koordinasi yang matang dan lingkungan yang bersih,” kata Muhammad Taufik Effendi, Camat Ngadirojo.
Camat menekankan pentingnya kebersamaan semua pemangku kebijakan di wilayah itu untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat tentang semua aspek leptosiporosis sebagai langkah pencegahan.
“Kolaborasi semua pihan demi mewujudkan masyarakat Ngadirojo yang lebih sehat dan aman dari potensi penyebaran penyakit leptosipirosis,” tegas Camat Taufik.
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menular melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine tikus. Penyakit ini sering muncul saat musim hujan dan banjir.
Peserta juga diberikan edukasi mengenai gejala leptospirosis seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, warga juga diajak melakukan pemberantasan sarang tikus dan menjaga sanitasi rumah.
Pemerintah Kecamatan Ngadirojo berharap melalui lokakarya ini masyarakat lebih waspada dan mampu menerapkan langkah pencegahan agar kasus leptospirosis dapat ditekan. (Red/Adv).






