Estafet Gunungkidul

- Jurnalis

Senin, 31 Juli 2023 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPU Jawa Timur bersama 38 KPU Kabupaten/Kota lainnya berfoto bersama di halaman KPU Pacitan sebelum berangkat ke KPU Gunungkidul.

KPU Jawa Timur bersama 38 KPU Kabupaten/Kota lainnya berfoto bersama di halaman KPU Pacitan sebelum berangkat ke KPU Gunungkidul.

USAI hampir sepekan berada di Pacitan, kini giliran bendera merah putih, pataka KPU dan 18 bendera partai politik, dikirab kembali. Diestafet dari Pacitan ke Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Senin (24/7), estafet tersebut dilakukan. Sebagaimana tulisan sebelumnya, pada hari itu Pacitan menjadi tuan rumah rakor KPU Jawa Timur yang diikuti perwakilan dari seluruh KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ya, empat orang pimpinan, sekretaris dan sekretariat KPU Jawa Timur bersama seluruh divisi sosdiklih parmas dan SDM, sekretaris dan kasubbag tekmas dari seluruh KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur, larut menjadi rombongan estafet Kirab Pemilu Tahun 2024 ke Gunungkidul. Rombongan besar yang siap menunjukkan semangat melaksanakan kirab lintas provinsi.

Sebelum berangkat, seluruh rombongan melaksanakan apel pelepasan Kirab Pemilu Tahun 2024 di halaman kantor KPU Pacitan. Apel ini tergolong keren. Sebab, seluruh peserta sudah siap dengan balutan baju adat dari masing-masing daerahnya. Warna-warni. Menunjukkan semangat, antusias dan optimisme dalam menyukseskan tahapan Pemilu Tahun 2024. Gogot Cahyo Baskoro, divisi Sosdiklih Parmas KPU Jawa Timur, menjadi pembina apel.

Usai apel, rombongan berangkat. Melalui jalur selatan Pacitan. Iring-iringan kendaraan. Mengular, panjang sekali. Melewati Kecamatan Pringkuku, Punung dan Donorojo. Melewati wilayah di kawasan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah hingga akhirnya masuk kawasan Gunungkidul.

Di depan kantor Kecamatan Pringkuku, sebagian besar barisan teman-teman PPK dan PPS di Pringkuku sudah stand by. Mereka berdiri di sepanjang pinggir jalan, turut menyambut kedatangan rombongan kirab. Saat melintas di depan kantor Kecamatan Pringkuku, rombongan sempat berhenti sejenak. Saya mendampingi Sekretaris KPU Jawa Timur Nanik Karsini yang berkenan turun dari mobilnya. Menyalami satu persatu teman-teman PPS dan PPK. Memberikan semangat bagi teman-teman adhoc ini.

Perjalanan pun berlanjut. Sementara sebagian lagi teman-teman PPK dan PPS dari Kecamatan Pringkuku, berbaur dengan teman-teman dari PPK dan PPS dari Kecamatan Punung dan Donorojo. Kali ini, teman-teman adhoc dari tiga kecamatan ini berkumpul di tugu perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah. Tepatnya di Dusun Glonggong, Desa Belah, Kecamatan Donorojo.

Baca Juga :  Jumat Padat

Sesampai di tugu batas provinsi, rombongan dihentikan sejenak oleh teman-teman adhoc tersebut. Disambut dengan flashmob jingle Pemilu Tahun 2024. Meriah betul. Seluruh pimpinan, sekretaris dan sekretariat dari KPU Jawa Timur berkenan turun dari kendaraan dan larut dalam flashmob tersebut. Bahkan flashmob ini sampai dilakukan dua kali. Semua terlihat antusias.

Sebelum melanjutkan perjalanan, teman-teman adhoc menyodorkan kendi untuk dapat dipecahkan sebagai simbol pelepasan kirab dari Jawa Timur ke DIY. Gogot Cahyo Baskoro, memimpin prosesi tersebut. Sebelum dipecahkan, Gogot menyampaikan bahwa kendi tersebut hanyalah simbol. Sejatinya yang dipecahkan bukanlah kendi. Tetapi memecah segala kebuntuan dan permasalahan-permasalahan yang sekiranya menjadi hambatan dalam pelaksanaan tahapan Pemilu Tahun 2024.

Aksi di tugu perbatasan tersebut merupakan gagasan spontanitas teman-teman di tiga kecamatan tersebut. Kebetulan, saya adalah koordinator wilayah (korwil) di situ. Atau biasa disebut wilayah barat. Semalaman saya berdiskusi dengan seluruh teman-teman di wilayah barat ini. Cukup melalui grup WhatsApp. Menyiapkan konsep singkat nan berkesan. Hingga akhirnya muncullah aksi spontan tersebut.

Perjalanan dari Pacitan menuju Gunungkidul, sempat transit sejenak di rest area Swanayasa, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Setelah sebelumnya iring-iringan kendaran teman-teman dari KPU di seluruh wilayah Jawa Timur, menikmati Jalur Lintas Selatan Jawa. Transit ini bertujuan untuk makan dan salat Duhur.

Rombongan akhirnya tiba di Gunungkidul. Titik tujuan pertama adalah KPU Kabupaten Gunungkidul. Sekitar pukul 13.00 WIB. Dari KPU Kabupaten Gunungkidul, bendera-bendera dari KPU Pacitan, dikirab. Menuju titik proses seremoni serah terima, di Taman Budaya Gunungkidul (TBG). Jaraknya kurang lebih 800 meter.

Kirab ini dipimpin oleh rombongan Bregada. Semacam prajurit keraton. Diikuti oleh rombongan KPU Jawa Timur. Di belakangnya, saya bersama teman-teman dari KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur, berjalan kaki. Di sepanjang pinggir jalan yang dilalui, masyarakat setempat terlihat antusias menyaksikan. Dengan baju adat kami dari masing-masing daerah, aksi kami ini mirip-mirip karnaval. Apalagi, di rombongan belakang, ditutup oleh barisan marching band dari pelajar di Gunungkidul.

Baca Juga :  Kesiapan Hadapi PHPU

Di TBG, seremoni digelar. KPU DIY, KPU Jawa Tengah, hingga KPU kabupaten/kota di DIY dan Jawa Tengah, juga tampak di kursi undangan. Prosesi serah terima ini berlangsung cukup meriah. Diiringi dengan balutan budaya khas Gunungkidul. Keren sekali. Begitulah. Akhirnya Kirab Pemilu Tahun 2024 di Pacitan berakhir, berlanjut di Gunungkidul.

Bagaimana keseruannya? Berikut sedikit saya bagi dokumentasinya.

Selain berkaitan dengan estafet kirab, beberapa agenda juga terjadi di kantor KPU Pacitan dalam sepekan terakhir. Selasa (25/7), KPU Pacitan kedatangan pelajar dari SMK Kebonagung. Mereka merupakan pelajar yang belum dapat hadir ketika kirab dipusatkan di sekolahnya. Antusiasme untuk mengetahui seputar Pemilu Tahun 2024, menjadikan mereka memilih untuk datang ke kantor KPU Pacitan. Hal yang sama juga terjadi pada Rabu (25/7). Kali ini giliran SMK Ketro di Kecamatan Kebonagung.

Pada Kamis (26/7), KPU Pacitan mendapat kunjungan dari redaksi Jawa Pos Radar Madiun. Kami berbicara seputar publikasi Pemilu Tahun 2024. Termasuk potensi-potensi kerjasama publikasi.

Sementara itu, pada Jumat (28/7), saya bersama divisi teknis penyelenggaraan dan kasubbag tekmas, mendatangi SMK Negeri 3 Pacitan. Tujuannya adalah melakukan klarifikasi atas dokumen bakal calon anggota DPRD Jawa Timur yang tengah diproses verifikasi administrasinya.

Di waktu yang sama, teman-teman KPU Pacitan melaksanakan santunan anak yatim di salah satu panti asuhan di Pacitan. Santunan ini merupakan kegiatan rutin. Pernah pula saya tulis di beberapa tulisan saya sebelumnya. Tujuannya mengetuk pintu langit. Berharap ridho Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran aktivitas yang kami lakukan. Khususnya dalam menyukseskan tahapan Pemilu Tahun 2024.

Pada akhir tulisan ini, secara khusus saya menyampaikan selamat kepada Mas Athoillah, ketua KPU Kabupaten Jombang. Rabu (26/7), beliau dilantik sebagai komisioner KPU Jawa Timur. Menggantikan Mas Muhammad Arbayanto yang mengundurkan diri. Tidak hanya menggantikan sebagai anggota, sekaligus menggantikan dalam mengampu divisinya. Divisi tempat bernaung saya: Divisi Hukum dan Pengawasan. Salam hormat, kumendan Atok! (*)

 

Tulisan ke-53/Edisi 24-30 Juli 2023

Berita Terkait

Rekapitulasi Kabupaten
Rekapitulasi Kecamatan
Akhirnya 14 Februari 2024
Masa Tenang
Kesiapan Hadapi PHPU
Ajukan Rekor, Pembagian Legalisasi 13.020 KPPS
Asistensi Produk Hukum
Libatkan 200 Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 4 Maret 2024 - 10:21 WIB

Rekapitulasi Kabupaten

Senin, 26 Februari 2024 - 09:46 WIB

Rekapitulasi Kecamatan

Senin, 19 Februari 2024 - 10:14 WIB

Akhirnya 14 Februari 2024

Senin, 12 Februari 2024 - 12:06 WIB

Masa Tenang

Senin, 5 Februari 2024 - 16:36 WIB

Kesiapan Hadapi PHPU

Berita Terbaru