Jalan Rusak di Purworejo Kecamatan Kota Pacitan, Menunggu Korban Jatuh Baru Diperbaiki?

- Jurnalis

Jumat, 23 Mei 2025 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN– Harapan warga Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan untuk menikmati jalan yang layak di tahun 2025 pupus sudah.

Jalan penghubung utama antara Desa Purworejo dan Banjarsari yang menjadi nadi mobilitas masyarakat, khususnya pelajar dan pekerja tak kunjung diperbaiki dan justru semakin memprihatinkan kondisinya.

Jalur vital ini seharusnya masuk dalam program perbaikan infrastruktur Dinas PUPR Kabupaten Pacitan. Sebelumnya, anggaran sebesar Rp 83 miliar telah disiapkan dalam pagu induk reguler untuk memperbaiki 130 titik jalan.

Baca Juga :  Pengumuman Pendaftaran Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Pacitan Tahun 2024

Namun, efisiensi anggaran menyebabkan alokasinya dipangkas drastis menjadi Rp 24 miliar, yang hanya cukup untuk membiayai 102 paket perbaikan. Akibatnya, jalan di Desa Purworejo terabaikan.

Kerusakan parah terjadi di sejumlah titik, dengan lubang besar menganga yang kerap menjebak pengendara, terutama di malam hari ketika minim pencahayaan.

“Kalau malam lewat sini seperti bertaruh nyawa. Lampu motor tidak cukup untuk lihat semua lubangnya,” ungkap Suyanto, warga yang melintas, Jumat (23/5/25).

“Kami bukan minta jalan baru, hanya tambal saja, demi keselamatan,” ujarnya penuh kecewa.

Baca Juga :  Hujan Turun Membawa Berkah, Tapi Jalan Purworejo–Banjarsari Kian Parah

Keluhan warga terus berdatangan. Salah satu guru sekolah dasar yang setiap hari melewati jalan ini menegaskan pentingnya tindakan cepat dari pemerintah.

“Kami tak ingin berita ini baru ramai setelah ada yang celaka. Jangan tunggu tragedi dulu baru bergerak,” tegasnya.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah mengalokasikan dana darurat setidaknya untuk menambal lubang-lubang berbahaya.

Mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama bagi anak-anak sekolah dan pekerja, keterlambatan penanganan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Berita Terkait

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur
Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah
ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus
Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga
Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Dinkes Pacitan Siapkan Rencana Kontingensi Tsunami
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa

Berita Terbaru