Program Destana Inklusif Diharapkan Jadi Model Pengelolaan Risiko Bencana di Pacitan

- Jurnalis

Jumat, 20 Desember 2024 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN– Dalam upaya membangun komunitas tangguh berkelanjutan, Ademos bersama SIAP SIAGA – Kemitraan Australia dan Indonesia untuk Pengelolaan Risiko Bencana, meluncurkan program Destana Inklusif di dua desa percontohan, yaitu Desa Sukoharjo dan Desa Kayen, Kabupaten Pacitan.

Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan pengelolaan risiko bencana, pengarusutamaan GEDSI (Gender, Equity, Disability, and Social Inclusion), ketangguhan ekonomi, dan adaptasi perubahan iklim (API) dalam satu kerangka yang sinergis.

Pada Kamis, 19 Desember 2024, kegiatan diseminasi dan serah terima program berlangsung di Gedung Karya Dharma Pacitan. Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pacitan, Kemal Pandu Pratikna, Program and Policy Officer SIAP SIAGA Jawa Timur, Mambaus Su’ud, Ketua Ademos, A. Shodiqurrosyad, serta perwakilan dari BPBD, Pemerintah Kecamatan, dan pihak terkait lainnya.

Ketua Ademos, A. Shodiqurrosyad, menjelaskan bahwa pada 2024, Ademos telah memperkuat ketangguhan bencana inklusif di Pacitan melalui pemberdayaan Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa (FPRB). Program ini melibatkan peningkatan kapasitas pengelolaan risiko bencana, pelatihan fasilitator Destana Inklusi, dan penyusunan dokumen analisis GEDSI sebagai indikator Destana Inklusif.

Baca Juga :  Ansor Respon Politisasi Organisasi dan Kyai di Pilbup Pacitan

Tak hanya itu, program ini juga mencakup pelatihan pengarusutamaan GEDSI, penyusunan kebijakan kebencanaan, serta pengembangan pekarangan bibit sayur berbasis permakultur.

“Pada program ini, kami juga mendampingi FPRB Desa untuk mendorong Pemerintah Desa membuat kebijakan kebencanaan yang inklusif. Hasilnya, pada Oktober 2024, kedua desa telah mengesahkan Peraturan Desa tentang Pengurangan Risiko Bencana yang Inklusif,” kata Shodiqurrosyad.

Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan apresiasi terhadap upaya ini. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, mengungkapkan pentingnya membangun ketangguhan masyarakat di daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi seperti Pacitan.

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh SIAP SIAGA dan Ademos, bekerja sama dengan Pemerintah Desa dan masyarakat. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan risiko bencana di desa-desa Pacitan,” ujar Khemal.

Dalam acara tersebut, dilakukan simbolis serah terima dukungan stimulan untuk usaha UMKM Tangguh, permakultur, kebun bibit komunitas, serta peralatan pengelolaan sampah dan penanggulangan bencana. Selain itu, dokumen indikator pembentukan Destana Inklusif dan Peraturan Desa tentang Pengurangan Risiko Bencana Inklusif juga diserahkan kepada Pemerintah Desa Kayen dan Sukoharjo serta BPBD Kabupaten Pacitan.

Baca Juga :  Bersatunya Aji-Gagarin Sampai di Akar Rumput

Kepala Desa Sukoharjo, Solichin, berharap bahwa apa yang telah dilakukan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pacitan untuk memperkuat ketangguhan mereka dalam menghadapi bencana.

“Semoga program ini menjadi percontohan yang dapat dikembangkan di desa lain di wilayah Pacitan,” ungkap Solichin.

Berkat program Destana Inklusif, skor Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) kedua desa meningkat signifikan. Desa Kayen mencapai skor 71,9, sementara Desa Sukoharjo mencatatkan skor 75,8. Sebelumnya, kedua desa tersebut berada pada skor yang jauh lebih rendah, yaitu 29,7 untuk Desa Kayen dan 24,5 untuk Desa Sukoharjo.

Program Destana Inklusif ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di desa lainnya di Pacitan, memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, serta mendorong pengelolaan risiko bencana yang inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT
Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 23:18 WIB

DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau

Berita Terbaru