LINTAS7.NET,PACITAN –Ratusan warga Desa Klepu, Kecamatan Sudimoro, Pacitan bisa tersenyum lebar. Ini tak lain karena kebutuhan akan air bersih telah tercukupi oleh program penyediaan air minum pemerintah Kabupaten Pacitan. Program penanggulangan kekeringan itu setidaknya mengeluarkan ratusan jiwa warga Klepu dari belenggu krisis air bersih.
Hariadi, salah satu warga setempat mengatakan dampak kekeringan di wilayahnya selalu jadi masalah serius masyarakat. Bahkan, tak jarang warga rela mencari sumber mata air yang jauh dari rumah. Ini dilakukan demi tercukupinya kebutuhan air harian masyarakat setempat.
“Allhamdulillah, rumah sudah tersambung air dari program pemerintah (SPAM). Sekarang sudah tidak sulit lagi, meskipun masih bergantian tapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” kata pria yang tinggal di lingkungan Dusun Krajan tersebut.
Penanganan kekeringan Pemkab Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di Desa Klepu Sudimoro ini menelan biaya sekitar Rp 700 juta. Dana sebesar itu diwujudkan dalam bentuk penyediaan pompa air, recervoir (tempat penampungan air), jaringan perpipaan dan sambungan jaringan ke rumah warga.
“Pembangunan SPAM bersumber dari Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2024. Penerima manfaat secara keseluruhan sekitar 520 jiwa yang tersebar di beberapa wilayah di Desa Klepu,” kata Suparlan, Kepala Dinas PUPR Pacitan kepada awak media.
Pembangunan sarana prasarana air minum di Desa Klepu ini setidaknya tersambung ke 132 rumah tangga di 5 wilayah dusun berbeda. Meliputi, Dusun Krajan, Mekar Indah, Margodadi, Banjarejo dan sebagian warga Mekarsari. Pembangunan SPAM ini sebagai tanggung jawab pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak masyarakat atas air minum dan akses air minum bersih.
Selain di Desa Klepu, penanganan krisis air di Kecamatan Sudimoro juga menyasar Desa Karangmulyo. Di wiayah ini sekitar 153 rumah telah teraliri air minum dengan baik. Melalui program ini masyarakat di dua desa tersebut bisa keluar dari belenggu krisis air yang mendera selama puluhan tahun.
“Harapan kami program itu (SPAM) bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik, supaya masyarakat tidak lagi mengalami krisis dampak kekeringan di musim kemarau panjang,” ujar Muhammad Taufik Effendi kepada awak media. (red/adv).






