Menu

Mode Gelap
Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo  Empati Bencana Cianjur, SMK PGRI 2 Ponorogo Galang Dana dan Shalat Ghoib Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP  Pertemuan Anies dan 3 Partai, Demokrat : Kami Makin Solid

Madiun · 9 Agu 2019 01:21 WIB ·

Warga Sepakati Pembubaran Prostitusi di Bong Pai


 Warga Sepakati Pembubaran Prostitusi di Bong Pai Perbesar

Lintas7.net, MADIUN – Warga Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun sepakat praktek prostitusi di lokasi makam Cina yang dikenal dengan sebutan Bong Pai atau Bong Cino di wilayah desa setempat dibubarkan.

Kesepakatan itu disaksikan langsung oleh Bupati Madiun Ahmad Dawami saat membuka acara sosialisasi integrasi bangsa dalam rangka pemantapan ketahanan bangsa yang diselenggarakan oleh Kesbangpoldagri Kabupaten Madiun di Desa Sambirejo, Kamis (8/8/2019) malam.

Dihadapan Bupati, warga mengaku praktek transaksi esek-esek di lokasi tersebut sudah sangat meresahkan. Pasalnya, sudah berlangsung puluhan tahun sehingga menimbulkan stigma negatif bagi Desa Sambirejo.

Selain itu, faktor kesadaran akan penyebaran penyakit HIV/AIDS juga menjadi alasan utama masyarakat untuk menutup lokalisasi tersebut.

Keputusan mufakat masyarakat Sambirejo didukung penuh kaji Mbing – sapaan Bupati Madiun.

Orang nomor satu di Pemkab Madiun ini mengatakan, pembubaran prostitusi sejalan dengan program Pemkab Madiun yang menargetkan bersih dari prostitusi pada akhir 2019. Tentunya hal itu akan terwujud jika dibantu adanya kesepakatan masyarakat desa setempat.

“Pemerintah dengan masyarakat harus bersama-sama menolak prostitusi, tanpa itu semuanya tidak bisa terlaksana. Jadi perlu adanya kebersamaan,” ujar Kaji Mbing.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab tidak serta merta menutup lokalisasi tanpa adanya solusi bagi warga yang mangkal di lokalisasi tersebut.

Pasca pembubaran prostitusi Bong Pai, jika ada yang tercatat sebagai warga Kabupaten Madiun mangkal disana, akan dialihkan untuk membuka usaha dengan dicarikan tempat lain atau dicarikan pekerjaan lain. Sedangkan untuk warga dari luar daerah akan dikembalikan atau dipulangkan ke daerah asalnya.

“Boleh benci maksiat tapi jangan benci pelakunya. Bukannya kami otoriter, Tetap ada program pra eksekusi, hingga pasca penutupan,” ungkapnya.

Kepala Desa Sambirejo, Suratno mengaku mendukung langkah warganya untuk menutup protitusi di Bong Pai.

Suratno mengungkapkan, stigma negatif yang selama ini melekat harus diakhiri dengan menutup dan membubarkan transaksi esek-esek di tempat tersebut.

“Kami mendukung penuh kesepakatan warga untuk membongkar praktek prostitusi di Bong Pai,” tegasnya.

Sosialisasi integrasi bangsa Kesbangpoldagri tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat, kepala OPD terkait, dan Muspika Kecamatan Jiwan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta para undangan. (ant)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Pecah !!! Ribuan Orang Ikuti Jalan Pagi Bareng Bupati, Rayakan HUT ke-4 Pujasera Jiwan

27 November 2022 - 18:23 WIB

Ratusan Peserta Ikuti Ujian Tulis Penerimaan Perangkat di Dua Desa di Kecamatan Madiun

26 November 2022 - 20:07 WIB

Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo 

25 November 2022 - 18:43 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP 

21 November 2022 - 13:02 WIB

Komplotan Spesialis Pencurian Pikap Diringkus Polisi

18 November 2022 - 22:32 WIB

Trending di Peristiwa