Hajatan Pernikahan di Ngawi Dibubarkan Polisi

- Jurnalis

Minggu, 17 Januari 2021 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, NGAWI – Aparat Polres Ngawi membubarkan paksa acara hajatan pernikahan di rumah milik HS (52), di Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat dihubungi melalui via selular menjelaskan, pembubaran paksa hajatan pernikahan tersebut terjadi pada Sabtu (16/1/2021) kemarin.

Awalnya, pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengatakan adanya resepsi pernikahan dilokasi kejadian tanpa menjalankan protokol kesehatan sebagaimana mestinya.

“Awalnya kita menerima laporan dari warga masyarakat adanya kegiatan. Kemudian kita memerintahkan anggota yang dipimpin Kasat Binmas AKP Widodo untuk mengecek adanya kegiatan yang dimaksudkan,” terang AKBP I Wayan Winaya via selular, Minggu, (17/1/2021).

Winaya membeberkan, ketika sampai di lokasi kejadian, pihaknya melakukan kroscek dengan meminta keterangan ke pemilik hajatan (Heri Sukoko-red).

Baca Juga :  Di Ngawi Viral, Beredarnya Postingan Foto Bugil Di Facebook

Ternyata acara yang digelar tersebut tidak mengantongi perijinan apapun baik dari kepolisian maupun Satgas Covid-19. Mendasar berbagai pertimbangan dengan terpaksa saat itu juga acara hajatan pernikahan dibubarkan oleh petugas kepolisian.

“Dengan terpaksa kita meminta tamu undangan dan keluarga serta panitia segera mengakhiri kegiatan karena masih dalam masa PPKM. Kita jelaskan juga bahwa hajatan itu tetap melanggar protokol kesehatan,” tegasnya.

Kapolres Ngawi mengharapkan, selama PPKM berlangsung mulai 11-25 Januari 2021 semua masyarakat tetap mematuhi aturan yang berlaku. Apalagi sudah jelas didalam Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor : 065/01.28/404.011/2021 tertanggal 9 Januari 2021 tentang PPKM dijelaskan secara rinci berbagai prosedur serta larangan.

Seperti diketahui sebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi, masih menunjukan angka cukup tinggi terutama dalam sepekan terakhir. Tercatat ada 117 orang yang dinyatakan positif dan harus dirawat maupun melakukan isolasi.

Baca Juga :  Magetan Gempar, Bayi Dibuang di Bawah Pohon Pisang

Jumlah tersebut bisa diketahui dari data sebelumnya yakni per Minggu, (10/1/2021), jumlah total yang terkonfirmasi positif mencapai 714 orang. Sedangkan sembuh tercatat 574 orang, 53 orang diantaranya statusnya suspek. Dan yang meninggal mencapai 41 orang.

Sepekan kemudian, terhitung per Sabtu kemarin, (16/1/2021), terjadi penambahan pasien sebanyak 117 orang dan kemarin jumlahnya mencapai 831 orang. Sedangkan pasien sembuh tercatat 627 orang dan 62 orang diantaranya dinyatakan sebagai suspek. Jumlah pasien yang meninggal juga bertambah kemarin mencapai 52 orang sejak pandemi terjadi di wilayah Kabupaten Ngawi. (pr/ant/red)

Berita Terkait

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa
KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh
Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”
Upacara Adat ‘Jangkrik Genggong’ Wujud Syukur dari Hasil Laut
Antisipasi Penyebaran Leptospirosis Melalui Lokakarya Mini di Kecamatan Ngadirojo
Aksi Hijau Hari Bumi, PLN NP UP Pacitan Tanam Cemara dan Pandan Laut
PLN Nusantara Power UP Pacitan Gandeng Kejari, Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:13 WIB

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Senin, 18 Mei 2026 - 16:41 WIB

KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh

Kamis, 30 April 2026 - 19:12 WIB

Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”

Kamis, 30 April 2026 - 12:00 WIB

Upacara Adat ‘Jangkrik Genggong’ Wujud Syukur dari Hasil Laut

Selasa, 28 April 2026 - 20:50 WIB

Antisipasi Penyebaran Leptospirosis Melalui Lokakarya Mini di Kecamatan Ngadirojo

Berita Terbaru