LINTAS7.NET, PACITAN-Upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak kembali dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan. Pada Kamis, (4/12/25), Dinkes Pacitan bersama RSUD dr. Darsono melaksanakan kegiatan Pendampingan Tim Ahli Spesialis Anak dan Obgyn di Puskesmas Bubakan. Program ini berfokus pada pelayanan KIA, penanganan kegawatdaruratan, serta penguatan sistem rujukan maternal dan neonatal.
Kegiatan pendampingan dilakukan oleh dua dokter spesialis dari RSUD dr. Darsono, yaitu dr. Septa Mariana, Sp.A, M.Biomed dan dr. Agung Suhirman, Sp.OG, didampingi tim teknis dari Dinas Kesehatan Pacitan. Mereka memberikan layanan pemeriksaan dan konsultasi langsung kepada kelompok sasaran.
Tercatat 16 balita dengan masalah gizi mendapatkan pemeriksaan komprehensif mulai dari pengukuran antropometri, pengecekan laboratorium, hingga konsultasi gizi dan kesehatan anak. Selain itu, 15 ibu hamil berisiko tinggi dan ibu dengan kondisi KEK (Kurang Energi Kronis) juga menjalani pemeriksaan USG, evaluasi kehamilan, serta bimbingan medis lanjutan dari dokter spesialis kandungan.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Septa Mariana, Sp.A, menyampaikan bahwa pendampingan langsung di lapangan diperlukan untuk memastikan masalah gizi balita terdeteksi lebih cepat.
“Banyak kasus gizi yang sebenarnya dapat ditangani sejak dini. Dengan turun langsung seperti ini, kami bisa memastikan anak-anak mendapatkan penanganan tepat sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Agung Suhirman, Sp.OG, menekankan pentingnya pemantauan ibu hamil berisiko tinggi sebelum terjadi komplikasi.
“Ibu hamil risiko tinggi harus diamati lebih ketat. Pemeriksaan USG dan evaluasi klinis seperti ini sangat membantu untuk menentukan langkah medis maupun rujukan yang tepat waktu,” jelasnya.
Tidak hanya pelayanan klinis, kegiatan ini juga diisi dengan sesi evaluasi bersama tim Puskesmas Sukorejo terkait sistem pelayanan ibu dan anak serta mekanisme rujukan menuju fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL). Evaluasi ini bertujuan memastikan alur rujukan berjalan cepat dan sesuai standar.
Perwakilan Dinas Kesehatan Pacitan, Koordinator KIA Dinkes, turut menegaskan komitmen pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah jauh tetap bisa mengakses layanan spesialistik. Pendampingan seperti ini terus kami dorong untuk menekan angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting di Pacitan,” ungkapnya.
Kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan KIA di tingkat puskesmas sekaligus mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil. Dengan kolaborasi yang kuat antara puskesmas, dinas kesehatan, dan rumah sakit rujukan, pelayanan ibu dan anak di Kabupaten Pacitan diharapkan semakin optimal dan merata.






