Indahnya Pesona Pantai Ngiroboyo Pacitan

- Jurnalis

Rabu, 3 Juli 2024 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN– Menyusun agenda liburan untuk akhir pekan sering kali menjadi hal yang cukup menantang. Namun, jika sedang bingung mencari destinasi wisata yang asyik dan menenangkan, Pantai Ngiroboyo di Pacitan bisa menjadi pilihan yang menarik. Terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, pantai ini menawarkan pengalaman wisata unik dengan konsep ‘One Stop Tourism’. Para wisatawan dapat menikmati keindahan pantai sekaligus susur sungai yang menenangkan. Cukup unik, bukan?

Pantai Ngiroboyo berada tak jauh dari Pantai Klayar yang lebih terkenal, sehingga wisatawan bisa mendapatkan dua pengalaman berbeda dalam satu kunjungan. Untuk mencapai pantai ini, pengunjung bisa mengambil rute dari Jalan Raya Pacitan-Solo via Kecamatan Punung. Tepat di pertigaan dekat Masjid Besar Punung, petunjuk jalan akan mengarahkan wisatawan ke Desa Sendang. Jalur pedesaan ini sedikit menantang, terutama bagi kendaraan roda empat, karena kondisi aspal yang sebagian rusak. Meski demikian, pengunjung tetap bisa sampai dengan aman asalkan berhati-hati. Untuk wisatawan yang membawa kendaraan besar, pengelola menyediakan area parkir khusus di sekitar Kaliaren, dilengkapi dengan layanan shuttle menuju pantai.

Baca Juga :  Desa Sedeng Pacitan Kelola Air Bersih dengan Program PAMSIMAS, Manfaatkan Sumber Air Melimpah untuk Kesejahteraan Warga

Wildan Nur Swi Harmoko, pengelola Desa Wisata Sendang (Dewi Sendang), menjelaskan, “Kami sudah menyiapkan shuttle untuk mempermudah wisatawan menuju Pantai Ngiroboyo. Jadi, meski aksesnya agak sulit, wisatawan tidak perlu khawatir.”

Dari pusat kota Pacitan, jarak tempuh menuju Pantai Ngiroboyo sekitar 1 jam. Setibanya di pintu masuk, panorama Samudera Indonesia langsung menyapa dengan keindahan birunya laut. Area parkir sudah dilapisi paving, memudahkan pengunjung yang membawa kendaraan. Selain itu, pepohonan Cemara Udang yang berjajar sepanjang pantai memberikan kesan teduh dan sejuk, meski cuaca saat itu panas. Pohon-pohon ini juga memiliki fungsi mitigasi bencana sebagai Sabuk Hijau yang dapat mengurangi dampak gempa tsunami.

Di samping keindahan alam, kuliner di Pantai Ngiroboyo juga patut dicoba. Puluhan kios makanan dan minuman berjajar mulai dari area parkir hingga ke dekat muara sungai. Wisatawan dapat menikmati berbagai pilihan menu dengan harga yang terjangkau. “Seneng banget di sini. Nggak terlalu ramai, jadi bisa dapat ketenangan,” ujar Nanda, seorang wisatawan asal Boyolali, Jawa Tengah, saat ditemui di lokasi. Nanda mengaku senang bisa bermain di bibir pantai yang kala itu ombaknya cukup bersahabat.

Baca Juga :  Kesalahan Fatal! Pasangan Calon Nomor Urut 1 Salah Sebut Lokasi Wilayah Jadi Sorotan Publik

Hal serupa dirasakan oleh Dedy, wisatawan lain yang duduk santai bersama istrinya menikmati kelapa muda. Sambil mengawasi anaknya yang bermain di pinggir muara, Dedy berharap akses jalan menuju pantai dapat diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. “Fasilitasnya sudah bagus, cuma akses jalan saja yang perlu diperbaiki agar lebih nyaman,” tuturnya.

Selain menikmati pemandangan pantai, Pantai Ngiroboyo juga menawarkan sensasi susur sungai di Sungai Maron yang disebut sebagai “Amazon-nya Indonesia.” Wisatawan dapat menyewa perahu berkapasitas empat orang untuk menelusuri sungai sepanjang 4 kilometer pulang pergi, dengan tarif Rp 100 ribu. Pengalaman ini tentunya sayang untuk dilewatkan.

Dengan tiket masuk yang hanya Rp 10 ribu per orang, serta gratis untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun, Pantai Ngiroboyo menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dan ramah di kantong. Jadi, tunggu apa lagi? Masukkan Pantai Ngiroboyo dalam daftar destinasi wisata Anda berikutnya dan jadilah saksi keindahan surga tersembunyi di Pacitan. (red/adv).

Berita Terkait

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT
Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:51 WIB

DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja

Berita Terbaru