Penerima Manfaat BLT DBHCHT Pacitan di Tahun 2024 Meningkat

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumorohadi, Kepala Dinas Sosial Pacitan. (Foto : Istimewa).

Sumorohadi, Kepala Dinas Sosial Pacitan. (Foto : Istimewa).

LINTAS7.NET,PACITAN – Perhatian pemerintah Kabupaten Pacitan kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok laik diapresiasi. Sebab, hampir tiap tahun jumlah penerima manfaat program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) selalu bertambah.

Berdasarkan data Dinas Sosial Pacitan, peningkatan signifikan terjadi pada jumlah buruh tani. Buruh tani penerima manfaat naik sekitar 76 persen dari tahun 2023 lalu. Saat ini penerima manfaat BLT DBHCHT sebanyak 2.601 orang.

“Untuk buruh tani penerima manfaat BLT DBHCHT pada tahun ini bertambah 1.131 orang dari tahun lalu yang hanya sekitar 1.470 orang,” kata Sumorohadi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan pada awak media.

Baca Juga :  Poles Kecantikan Kota, Pemkot Madiun Tambah RTH

Peningkatan jumlah buruh tani penerima manfaat BLT DBHCHT tahun ini sejalan dengan bertambahnya luasan area tanaman tembakau di Pacitan. Pada tahun ini luasan lahan tembakau mencapai 400 hektar lebih yang tersebar di 12 kecamatan berbeda. Sedangkan di tahun 2023, luasan lahan tanaman tembakau masih diangka 300 hektar.

Sumoro, menyatakan penambahan jumlah penerima penerima manfaat BLT DBHCHT juga menyasar buruh pabrik rokok sekitar 17 persen dari tahun 2023. Pada tahun lalu, jumlah buruh pabrik rokok penerima manfaat hanya berkisar diangka 2.242 orang.

“Buruh pabrik penerima BLT DBHCHT pada tahun ini sebanyak 2.633 orang. Jumlah ini bertambah 391 orang dibandingkan dengan jumlah penerima pada tahun 2023 lalu,” katanya.

Baca Juga :  Perbaikan Ruas Jalan Arjosari-Mentoro di Gunungsari Selesai Dikerjakan

Lebih lanjut, Sumoro, menerangkan BLT bagi buruh tani penerima manfaat ini disalurkan dalam tiga tahapan. Tahap pertama diberikan pada bulan Juni dan Juli. Kemudian, tahap ke-2 di bulan Agustus dan tahap terakhir dilaksanakan pada bulan September.

“Jadi tiap penerima manfaat BLT DBHCHT mendapat uang senilai Rp 300 ribu per bulan. Secara keseluruhan mereka menerima bantuan selama empat bulan yang diberikan dalam tiga tahapan,” tandasnya.

Program BLT DBHCHT ini diharapkan bisa dimanfaatkan para buruh tani tembakau dengan baik. Meski nilainya tak seberapa, setidaknya bisa membantu meringankan beban biaya hidup harian para buruh tani tembakau.

Berita Terkait

Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah
Kecamatan Pacitan Juara Umum Porseni SD-SMP Pacitan 2026, Raih 53 Medali
Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Bakorwil Malang Terus Bersinergi dan Berkolaborasi Wujudkan Solusi Penguatan Pendidikan Vokasi
Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa
KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh
Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”
Upacara Adat ‘Jangkrik Genggong’ Wujud Syukur dari Hasil Laut

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:15 WIB

Kecamatan Pacitan Juara Umum Porseni SD-SMP Pacitan 2026, Raih 53 Medali

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:13 WIB

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:06 WIB

Bakorwil Malang Terus Bersinergi dan Berkolaborasi Wujudkan Solusi Penguatan Pendidikan Vokasi

Senin, 18 Mei 2026 - 16:41 WIB

KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh

Berita Terbaru