Puskesmas Teguhan Penuhi 6 Dimensi Mutu Pelayanan

- Jurnalis

Jumat, 15 Maret 2019 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI – Pelayanan primer saat ini merupakan ujung tombak di dalam keberhasilan sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Terlebih, ketika saat ini kita menuju pada Universal Coverage pada 2019.

Untuk mengukur kualitas atau mutu pelayanan di pemberi pelayanan kesehatan primer dilihat dari input, proses dan output. Input dengan sumber daya manusia, obat, infrastruktur, SOP dan SPM yang mempengaruhi.

Kepala Puskesmas Teguhan, dr. Arvika Rastra mengatakan, menuju program yang ditargetkan pemerintah (Universal Coverage.red) pihaknya memprioritaskan 6 dimensi mutu pelayanan primer. Yakni; patient safety, patient centered, efektif, efisien, timely dan adil.

Tentunya, mengutamakan pasien (patient centered) dengan memperhatikan lama waktu tunggu, lama konsultasi, prosedur kerja dan output mengenai kepuasan pasien dan status kesehatan.

Baca Juga :  Apel Akbar Bawaslu Ngawi Bersama Ribuan PTPS

“Dengan pemenuhan semua aspek mutu pelayanan dilihat dari input, proses dan outputnya di puskesmas sini sudah terpenuhi,” ujar dr. Arvika Rastra, Jum’at, (15/3/2019).

Ia menjelaskan, fungsi P-Care di provider primer yang bekerjasama dengan BPJS memiliki banyak kendala.

Saat ini, lanjutnya, P-Care berfungsi dalam administrasi pelayanan, elegibilitas, utilisasi, persetujuan rujukan, keuangan dan screening yang masih belum efektif. Karena hanya mendeteksi peserta yang berkunjung ke provider. Sementara peserta yang tidak berkunjung, tidak segera ditangani.

Baca Juga :  Lagi, Dinkes Ngawi Dapat Jatah DBHCT Terbesar

Provider dapat secara aktif dan otomatis meningkatkan mutu layanan kesehatan dengan berfokus untuk melakukan perbaikan pada area yang membutuhkan. Stakeholder pun mendorong provider primer untuk melakukan pelayanan komprehensif.

dr. Vika mengungkapkan, pengembangan P-Care yang dibutuhkan dalam keenam dimensi mutu yakni dengan adanya ID dokter, profil PPK dan sarana PPK dalam software sebagai data untuk menjamin patient safety.

Kepuasan pasien yang diukur dengan dikreasikan dalam software P-Care menggunakan emoticon sebagai bahan evaluasi dalam pemenuhan mutu patient centered dan adil. Diagnosa dan data obat yang perlu untuk dimasukan dalam P-Care agar dapat efektif dalam pemberian layanan kesehatan. (en*/ant)

Berita Terkait

Aksi Kolaborasi, Bersih Pesisir Pantai Pancer Door
Desa Kayen dan Desa Sukoharjo Kabupaten Pacitan Dijadikan Pilot Project Desa Tangguh Bencana Inklusi
Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini
Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun
Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA
Vaksinasi Covid-19 Menyasar Pegawai PUPR hingga Bupati Pacitan Terpilih
Tidak Ada Yang Membelot dan Emoh Disuntik Vaksin
Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun

Berita Terkait

Selasa, 14 Mei 2024 - 19:38 WIB

Desa Kayen dan Desa Sukoharjo Kabupaten Pacitan Dijadikan Pilot Project Desa Tangguh Bencana Inklusi

Selasa, 4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

Sabtu, 1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

Sabtu, 1 Mei 2021 - 20:59 WIB

Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA

Jumat, 9 April 2021 - 09:36 WIB

Vaksinasi Covid-19 Menyasar Pegawai PUPR hingga Bupati Pacitan Terpilih

Rabu, 31 Maret 2021 - 12:38 WIB

Tidak Ada Yang Membelot dan Emoh Disuntik Vaksin

Minggu, 28 Maret 2021 - 09:52 WIB

Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun

Kamis, 25 Maret 2021 - 09:32 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat

Berita Terbaru