Menu

Mode Gelap
Puluhan Warga Terjangkit DBD, 1 Pasien Meninggal Dunia Kang Giri Spontan Selamatkan Warga yang Terjatuh Di Jalanan Tak Ada Kesengajaan, ABK Penangkap Lumba-lumba Dipulangkan Jaring Ikan Lumba-lumba, ABK Kapal Diperiksa Polisi Polda Jatim Antar Jenazah PMI Korban Kapal Tenggelam Malaysia ke Rumah Duka

Kesehatan · 15 Mar 2019 13:23 WIB ·

Puskesmas Teguhan Penuhi 6 Dimensi Mutu Pelayanan


 Puskesmas Teguhan Penuhi 6 Dimensi Mutu Pelayanan Perbesar

NGAWI – Pelayanan primer saat ini merupakan ujung tombak di dalam keberhasilan sistem Jaminan Kesehatan Nasional. Terlebih, ketika saat ini kita menuju pada Universal Coverage pada 2019.

Untuk mengukur kualitas atau mutu pelayanan di pemberi pelayanan kesehatan primer dilihat dari input, proses dan output. Input dengan sumber daya manusia, obat, infrastruktur, SOP dan SPM yang mempengaruhi.

Kepala Puskesmas Teguhan, dr. Arvika Rastra mengatakan, menuju program yang ditargetkan pemerintah (Universal Coverage.red) pihaknya memprioritaskan 6 dimensi mutu pelayanan primer. Yakni; patient safety, patient centered, efektif, efisien, timely dan adil.

Tentunya, mengutamakan pasien (patient centered) dengan memperhatikan lama waktu tunggu, lama konsultasi, prosedur kerja dan output mengenai kepuasan pasien dan status kesehatan.

“Dengan pemenuhan semua aspek mutu pelayanan dilihat dari input, proses dan outputnya di puskesmas sini sudah terpenuhi,” ujar dr. Arvika Rastra, Jum’at, (15/3/2019).

Ia menjelaskan, fungsi P-Care di provider primer yang bekerjasama dengan BPJS memiliki banyak kendala.

Saat ini, lanjutnya, P-Care berfungsi dalam administrasi pelayanan, elegibilitas, utilisasi, persetujuan rujukan, keuangan dan screening yang masih belum efektif. Karena hanya mendeteksi peserta yang berkunjung ke provider. Sementara peserta yang tidak berkunjung, tidak segera ditangani.

Provider dapat secara aktif dan otomatis meningkatkan mutu layanan kesehatan dengan berfokus untuk melakukan perbaikan pada area yang membutuhkan. Stakeholder pun mendorong provider primer untuk melakukan pelayanan komprehensif.

dr. Vika mengungkapkan, pengembangan P-Care yang dibutuhkan dalam keenam dimensi mutu yakni dengan adanya ID dokter, profil PPK dan sarana PPK dalam software sebagai data untuk menjamin patient safety.

Kepuasan pasien yang diukur dengan dikreasikan dalam software P-Care menggunakan emoticon sebagai bahan evaluasi dalam pemenuhan mutu patient centered dan adil. Diagnosa dan data obat yang perlu untuk dimasukan dalam P-Care agar dapat efektif dalam pemberian layanan kesehatan. (en*/ant)

Artikel ini telah dibaca 341 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Puluhan Warga Terjangkit DBD, 1 Pasien Meninggal Dunia

17 Januari 2022 - 11:04 WIB

Antisipasi Penularan DBD, Warga Fogging Mandiri

10 Januari 2022 - 10:24 WIB

Forkopimda Jatim Dampingi Presiden RI Resmikan Pasar Besar Ngawi

18 Desember 2021 - 00:01 WIB

Babak Penentu, Persepon Ungguli Persekama 2-1

18 November 2021 - 15:39 WIB

Pacitan Mendapat Serbuan Vaksin Dari Diskes Koarmada II TNI AL

16 November 2021 - 07:50 WIB

Karaton Surakarta Memberikan Bantuan 20 Ribu Vaksin Covid-19 Untuk Pacitan

26 Oktober 2021 - 09:30 WIB

Trending di Daerah