Batik Khas Kecamatan Ngadirojo Tetap Jadi Andalan Pacitan

- Jurnalis

Rabu, 13 November 2024 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beragam motif batik karya perajin di Kecamatan Ngadirojo. (Foto:Lintas7.net).

Beragam motif batik karya perajin di Kecamatan Ngadirojo. (Foto:Lintas7.net).

LINTAS7.NET,PACITAN- Industri batik tradisional di Kecamatan Ngadirojo, Pacitan terus berkembang menyesuaikan kebutuhan zaman. Batik yang diciptakan secara manual melalui keterampilan tangan dan alat bantu canting di wilayah ini dikenal berkualitas baik. Tak heran, produk para perajin batik di wilayah Ngadirojo diminati pasar nasional hingga mancanegara.

Diantara motif batik khas Ngadiorojo yang populer meliputi batik Lorok, parang rusak, parang kusumo, parang klitik, semen romo, parikesit, dele kecer, rawan, gondosuli, truntun, kawung, grompol, sidomulyo, sidomukti, sidoluhur, grinsing, blarak semruet, dinriris, sekar jagat, parang barong, nogo sosro dan keluwung. Seiring waktu, para pengrajin memproduksi batik Pace sebagai identitas batik khas Pacitan.

Bahkan, produk terbaik di wilayah ini dikenal sebagai batik klasik khas Jawa Timur dengan jangkaun pasar yang cukup luas.

“Batik tulis di Ngadirojo ini sudah ada sejak tahun 1951. Selain motif yang tadi, kami semua industri batik di Pacitan turut melestarikan batik pace, ikon khas dan paten,” kata Sumiatin, pengrajin batik tulis di Ngadirojo.

Baca Juga :  Upacara Adat 'Jangkrik Genggong' Wujud Syukur dari Hasil Laut

Pelaku industri batik di Ngadirojo terus berinovasi demi menjawab tuntutan dan kebutuhan pasar. Pun, pemanfaatan kemajuan tekhnologi juga jadi bagian penting dari eksistensi batik di Ngadirojo. Kini, hasil produksinya tak terbatas hanya bahan pakaian saja. Namun, berupa taplak meja, selendang, sawalan, sprei, kain panjang, hingga ikat kepala dan sarung.

Pelestarian batik tulis ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kecamatan Ngadirojo. Setidaknya, banyak ibu rumah tangga yang memperoleh tambahan penghasilan dari pekerjaan di industri rumahan batik tulis.

“Kalau pesanan banyak, biasanya dibantu ibu-ibu sekitar 30 orang,” tegas pengusaha lokal tersebut.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Pacitan, terdapat 10 tempat produksi batik di wilayah Ngadirojo. Dalam waktu satu bulan, tiap pengusaha mampu memproduksi 150 -200 kain batik. Semua tergantung pada pesanan pasar. Sehingga tak heran, industri batik di wilayah ini berkontribusi besar terhadap ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Tim Ekspedisi Merah Putih Telusuri 14 Pantai Menawan di Kecamatan Kebonagung

“Industri batik Lorok ini memang banyak pengrajin batik sejak nenek moyang, bahkan di desa Bogoharjo ada kampung batik, yang terdapat beberapa industri batik,” Katanya.

Pemerintah Kabupaten Pacitan terus mendukung perkembangan industri batik ini. Selain membantu memasarkan produk-produk batik, pemerintah juga telah mematenkan desain batik khas Pacitan, yaitu Batik Pace. Saat ini, para pengrajin tengah mengembangkan motif Batik Jagad, yang merupakan ide dari Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji.

Pemasaran produk batik Ngadirojo tidak hanya terbatas di Kabupaten Pacitan, tetapi juga telah merambah ke luar Jawa, termasuk ke Tanjung Pinang, Batam, dan berbagai daerah lainnya. (red/adv).

Berita Terkait

Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro
DBHCHT 2026 Cair, Pemkab Pacitan Alokasikan Rp8,5 Miliar untuk RSUD dr. Darsono
Satpol PP Sita Ribuan Batang Tanpa Pita Cukai di Bandar
PLN Nusantara Power Pacitan Ajak Masyarakat Jaga Laut Lewat Pelepasan Tukik dan Bersih Pantai
Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah
Kecamatan Pacitan Juara Umum Porseni SD-SMP Pacitan 2026, Raih 53 Medali
Miris! Oknum Guru SD di Tulakan Diduga Rayu Remaja Difabel Lewat Chat Mesum
Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:12 WIB

Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:06 WIB

DBHCHT 2026 Cair, Pemkab Pacitan Alokasikan Rp8,5 Miliar untuk RSUD dr. Darsono

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:58 WIB

Satpol PP Sita Ribuan Batang Tanpa Pita Cukai di Bandar

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:16 WIB

PLN Nusantara Power Pacitan Ajak Masyarakat Jaga Laut Lewat Pelepasan Tukik dan Bersih Pantai

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah

Berita Terbaru

Daerah

Satpol PP Sita Ribuan Batang Tanpa Pita Cukai di Bandar

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:58 WIB