Menu

Mode Gelap
Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo  Empati Bencana Cianjur, SMK PGRI 2 Ponorogo Galang Dana dan Shalat Ghoib Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP  Pertemuan Anies dan 3 Partai, Demokrat : Kami Makin Solid

Ngawi · 8 Mar 2019 15:29 WIB ·

Banjir Merembet ke Ngawi Kota dan Geneng


 Banjir Merembet ke Ngawi Kota dan Geneng Perbesar

NGAWI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi menyebutkan potensi banjir memasuki hari ketiga mengancam dua wilayah kecamatan yakni Ngawi Kota dan Geneng. Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi membenarkan kabar tersebut.

Pasalnya, kedua wilayah itu menjadi kantong penggelembungan luapan banjir dari arah Kali Madiun maupun Bengawan Solo. Meskipun debit air Kali Madiun mengalami penurunan hampir 1 meter. Namun dari arah hulu Bengawan Solo mengalami peningkatan arus banjir terhitung pukul 24.00 WIB, Kamis, (07/08/2019).

“Wilayah Ngawi ini kan menjadi titik temu dua aliran baik dari Kali Madiun maupun dengan Bengawan Solo. Otomatis penggelembungan terjadi dan masuk ke anak-anak sungai sekitar Ngawi Kota merambah ke Geneng,” ungkap Heru Kepala BPBD Ngawi, Jum’at, (08/03/2019).

Bahkan Heru menyebut naiknya debit air Bengawan Solo bukan akibat pintu air Waduk Gajah Mungkur dibuka. Melainkan daerah hulu dari lokasi bengawan itu mengalami hujan dua hari terakhir ini. Jika memang dibuka pintu air Waduk Gajah Mungkur daerah hilir akan diberitahukan sejak dini untuk mengantisipasi dampak banjir.

“Itu kabar hoaks kalau Gajah Mungkur dibuka. Kalau memang dibuka seperti yang di hilir seperti Ngawi pasti ada pemberitahuan,” ulasnya.

Kemudian banjir memasuki hari ketiga ini tercatat sesuai data terakhir BPBD Ngawi menenggelamkan 3.825 rumah dari 25 desa dan 6 kecamatan meliputi Kwadungan, Pangkur, Karangjati, Padas, Ngawi Kota dan Geneng. Dari data itu, 3.807 Kepala Keluarga (KK) diantaranya harus dievakuasi dari total 6.090 KK.

“Hanya saja data-data itu sifatnya berubah sesuai perkembanganya. Bencana banjir seperti ini akan terus berubah lokasi terdampaknya dan bergerak terus,” tutup Heru. (en*)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP 

21 November 2022 - 13:02 WIB

Komplotan Spesialis Pencurian Pikap Diringkus Polisi

18 November 2022 - 22:32 WIB

Diduga Gelapkan Dana 2,9 M, Bendahara Koperasi Kodim Pacitan Ditahan

18 November 2022 - 14:19 WIB

Ingin Lulus Ujian Praktek SIM? Jangan Khawatir, Satpas Polres Madiun Beri Pelatihan Ujian Praktek SIM Gratis 

8 November 2022 - 11:43 WIB

Pemeran Video Mesum Kebaya Merah Ditangkap Polisi

8 November 2022 - 10:49 WIB

Trending di Nasional