Menu

Mode Gelap
Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

Ngawi · 19 Mar 2019 15:39 WIB ·

Caleg Terlalu Pede dan Banyak Hutang, Rawan Depresi


 Caleg Terlalu Pede dan Banyak Hutang, Rawan Depresi Perbesar

NGAWI – Para calon legislatif (caleg) yang tereliminasi kelak dikhawatirkan memiliki kecenderungan depresi. Menilik kilas balik pesta lima tahunan itu memang banyak cerita. Terutama ada beberapa kabar yang menceritakan caleg stres hilang kewarasan pasca pemungutan suara setelah dinyatakan gagal mendapatkan kursi wakil rakyat.

Diakui atau tidak, di Indonesia, politik dan uang belum sepenuhnya bisa dipisahkan. Demi kekuasaan semua cara dihalalkan. Proses demokrasi yang suci mereka anggap bisa dibeli seolah rakyat pemegang konstitusi mudah dikadali dengan iming-iming uang. Tak pelak, demi sebuah jabatan atau menjadi anggota dewan seseorang rela mengeluarkan uang ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Teknisnya, dalam proses pemilu tidak menutup kemungkinan uang disebar selama masa kampanye atau sebelum terpilih. Celakanya, tak semua uang yang disebar merupakan dana pribadi, ada sebagian yang merupakan utang. Pola yang mendasari langkah seperti itu kemungkinan akibat buta strategi dan mengantongi rasa ‘pede’ duluan.

Akibatnya secara singkat calon yang gagal terpilih berpotensi mengalami stres. Apalagi mereka yang telah mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah. Tetapi beda lagi dengan caleg yang jitu dalam menerapkan pola kampanye meraih simpati pemilih. Biasanya mereka telah siap dengan resiko jika gagal menjadi anggota dewan.

“Kalau caleg berpengalaman mendapatkan pemilih pasti tahu betul cara-caranya. Biasanya mereka dari petahana atau yang pernah duduk dikursi dewan. Beda lagi dengan caleg anyaran yang mungkin mengandalkan uang kalau tidak jadi ya itu tadi bisa saja stres,” ungkap Jono, pemerhati politik ala ‘ndeso’ ini, Selasa (19/3/2019).

Untuk caleg seputar Ngawi jelasnya, harus siap mental sebelum bertarung. Diharapkan jangan terlalu ‘gede rumongso’ saat menghadapi Pemilu 2019 ini. Catatnya, untuk pertarungan caleg merebutkan kursi DPRD Ngawi memang berat dibanding pemilu sebelumnya. Kali ini berbanding lurus dengan sebelumnya yakni 2014. Bagi caleg baru jangan mudah menilai ‘enteng’ lawannya yang mungkin orang lama.

“Kalau pemilu lima tahun lalu di DPRD Ngawi banyak terisi orang-orang baru. Tapi lihat untuk mendatang pasti beda lagi karena saya nilai caleg petahana dari partai apapun mereka cukup siap secara wilayah didasari peta politiknya,” pungkas Jono. (eni*)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Ratusan Warga Daftar PPK Pemilu 2024

27 November 2022 - 20:18 WIB

Alokasi Kursi Dua Dapil di Pacitan Berubah

25 November 2022 - 15:42 WIB

Pertemuan Anies dan 3 Partai, Demokrat : Kami Makin Solid

20 November 2022 - 12:33 WIB

Deklarasi Dukungan Prabowo Subianto Presiden Terus Mengalir

24 Oktober 2022 - 07:28 WIB

Komunitas Petani Cabe di Pacitan Deklarasi Prabowo Presiden 2024

22 Oktober 2022 - 14:55 WIB

KPU Pacitan Gelar Sosialisasi Perubahan Keputusan KPU Nomor 259 dan 260

31 Agustus 2022 - 21:46 WIB

Trending di Nasional