Distribusi Air dan Sosialisasi

- Jurnalis

Senin, 25 September 2023 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendapatkan kesempatan untuk membersamai teman-teman penyelenggara di Kecamatan Arjosari untuk mendistribusikan air bersih, menjadi kesan bagi saya.

Mendapatkan kesempatan untuk membersamai teman-teman penyelenggara di Kecamatan Arjosari untuk mendistribusikan air bersih, menjadi kesan bagi saya.

MUSIM kemarau sepertinya mulai berdampak di Pacitan. Kondisi tersebut, menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali teman-teman penyelenggara pemilu di Kecamatan Arjosari. Jumat (22/9) kemarin, saya diajak teman-teman PPK Arjosari untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kemarau. Bantuan tersebut, wujud sinergitas antara teman-teman PPK Arjosari bersama Panwascam Arjosari, berikut jajarannya di tingkat desa.

Lokasinya di Dusun Weru, Desa Borang. Bersama seluruh jajaran PPS dan sekretariat PPS Desa Borang, kami turun ke lokasi. Mengingat akses yang tidak mudah, air bersih tersebut tidak bisa diangkut menggunakan truk tangki. Melainkan truk engkel. Menggendong dua buah tandon air dengan kapasitas masing-masing 1000 liter air. Pada kesempatan itu, ada dua truk engkel yang jalan. Artinya, ada 4000 liter air yang kami distribusikan pada hari itu.

Rupanya, itu adalah momen kali kesekian teman-teman Arjosari menyalurkan bantuan air bersih. Sebelumnya, sudah beberapa wilayah yang dibantu. Kesempatan membersamai penyaluran bantuan tersebut, membawa kesan bagi saya. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan keberadaan air bersih di saat kemarau. Bahkan, menurut masyarakat setempat, saat ini mendapatkan air ibarat mendapatkan emas!

Menuju lokasi, saya dibonceng motor anggota PPS. Dipandu oleh perangkat setempat. Di lokasi penyaluran bantuan, sudah berjajar tempat penampungan air yang disiapkan warga. Mulai ember, jeriken, hingga penampungan air lainnya. Menurut salah seorang warga, bantuan tersebut baru kali pertama didapatkannya. Apabila tidak ada bantuan, mereka hanya mendapatkan giliran penyaluran air bersih tiap seminggu sekali.

Baca Juga :  Begitu Antusias!

Biasanya, masyarakat ini memanfaatkan air melalui aliran sungai yang ada. Sedangkan saat ini, sungai tersebut tidak lagi ada airnya. Dengan kontur geografi yang terlampau tinggi, tidak memungkinkan untuk menggali sumur secara manual. Walhasil, keberadaan air bersih benar-benar menjadi sesuatu yang begitu berharga. Berikut sedikit dokumentasinya.

Di sela-sela pengisian air dari tandon yang dibawa ke tempat penampungan milik masyarakat, teman-teman penyelenggara ini menyelipkan pesan sosialisasi Pemilu Tahun 2024. Seperti pengecekan NIK warga sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum, hingga penyampaian informasi pelaksanaan pemungutan suara. Pun, informasi mengenai lokasi TPS tempat menyalurkan suara, juga menjadi bahan sosialisasi.

Bagi saya ini keren. Melakukan sosialisasi mengenai kepemiluan dengan berbalut kegiatan sosial. Lebih mengena dan membawa manfaat bagi masyarakat banyak. Beberapa leaflet mengenai pengetahuan seputar Pemilu Tahun 2024 juga disampaikan. Pun, saya juga berkesempatan meninjau langsung serta memastikan bahwa rumah-rumah masyarakat tersebut sudah tertempel stiker coklit.

Baca Juga :  Akhir Kirab di Jawa Timur

Selain terlibat dalam penyaluran bantuan air bersih, awal pekan kemarin saya berkesempatan untuk ke Bangkalan, Madura. Tepatnya pada Senin (18/9) hingga Selasa (19/9). Menghadiri undangan KPU Jawa Timur. Tajuknya: rakor persiapan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada Tahun 2024. Undangannya adalah ketua, divisi hukum dan pengawasan, serta sekretaris KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Seremoni pembukaan rakor persiapan penandatanganan NPHD Pilkada Tahun 2024 di KPU Bangkalan.

Ini kali kedua saya ke Bangkalan. Dulu pernah ke sana, sewaktu studi wisata SMP. Lama sekali. Itu pun hanya sampai Pelabuhan Kamal. Kali ini, saya ke pusat kotanya Bangkalan. Kota yang terkenal dengan kuliner bebek Sinjay-nya. Pun, juga terkenal akan legenda ulama yang menjadi guru para ulama nusantara: Syaikhona Muhammad Kholil. Cerita mengenai Mbah Kholil Bangkalan ini, begitu masyhur. Menurut saya. Itulah sebabnya, saya sedikit berbahagia mendapat kesempatan rakor di Bangkalan.

Di KPU Pacitan sendiri, dalam sepekan terakhir juga berkutat persiapan penyusunan anggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan Tahun 2024. Sejak Kamis (21/9) hingga Jumat (22/9) kemarin, secara maraton dilakukan pencermatan mengenai rancangan rencana kebutuhan biaya (RKB) Pilbup 2024. Dari seluruh kegiatan, dilakukan pencermatan menyeluruh. (*)

 

Tulisan ke-61/Edisi 18-24 September 2023

Berita Terkait

Agenda Padat Sepekan
Empat DCT Dicoret
Tuan Rumah Ketua-Ketua
Bimtek Mahkamah Konstitusi
Nge-HIK Gayeng
Sah! Rp 37 Miliar
Akhir Kirab di Jawa Timur

Berita Terkait

Senin, 25 Desember 2023 - 10:24 WIB

Agenda Padat Sepekan

Senin, 18 Desember 2023 - 11:53 WIB

Senin, 11 Desember 2023 - 10:36 WIB

Empat DCT Dicoret

Senin, 4 Desember 2023 - 18:07 WIB

Tuan Rumah Ketua-Ketua

Senin, 27 November 2023 - 15:20 WIB

Bimtek Mahkamah Konstitusi

Berita Terbaru