Idul Adha, Takdir Jadi Ketua

- Jurnalis

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAMAT hari Idul Adha 1445 hijriah. Di momen hari raya besar, yang jatuh tepat awal pekan kemarin, Senin (17/6), menjadi salah satu titik sejarah dalam hidup saya. Pagi, saya merayakan Idul Adha. Mulai salat ied hingga berbaur bersama lingkungan untuk menyembelih hewan kurban. Sedangkan sore harinya, usai azan Magrib, kami melakukan rapat pleno berlima. Dalam rapat itu, secara aklamasi diputuskan saya sebagai Ketua KPU Kabupaten Pacitan periode 2024-2029.

Bagaimana itu bisa terjadi? Sedikit saya urai ceritanya pada tulisan ke-100 ini. Sekaligus edisi terakhir catatan saya mengenai perjalanan tahapan Pemilu Tahun 2024. Usai kembali dari pelantikan di Jakarta, kami mencoba untuk memastikan bahwa pemilihan ketua dan pembagian divisi, bisa ditetapkan dengan permusyawaratan. Tidak menggunakan pola voting. Alias suara terbanyak. Saya juga menekankan bahwa voting justru akan menimbulkan kesan yang kurang kompak. Padahal ini baru awalan untuk sebuah perjalanan kolektif kolegial.

Minggu (16/6) siang kami berlima bersepakat untuk bertemu. Di kantor KPU Pacitan. Saya hadir. Namun, sepertinya tidak bisa lengkap berlima. Sehingga pembicaraan pun belum menemui titik temu. Pertemuan pun kami agendakan ulang malam hari. Rupanya ketika lepas pukul 20.00 WIB, pertemuan lengkap juga urung terjadi. Pukul 21.00 saya datang di kantor KPU Pacitan. Tapi tidak terjadi pertemuan.

Senin (17/6), pukul 15.58 WIB, Pak Iwit Widhi Santoso woro-woro untuk melakukan pertemuan. Seluruh teman-teman sepakat. Akhirnya kami sepakati untuk bertemu Magrib. Pukul 17.15 WIB saya sudah di kantor. Bersama Pak Iwit dan Mas Eko Setiawan. Menunggu Mas Agus Susanto yang baru monitor informasi pertemuan pada pukul 17.31 WIB dan Mas Anang Maruf yang sudah hampir sampai kantor, setelah perjalanan dari rumahnya di Ngadirojo.

Baca Juga :  Pekannya Seleksi PPK dan PPS

Usai salat Magrib, kami genap berlima. Kami pun langsung bersepakat. Diawali dari pernyataan Pak Iwit dan Mas Eko yang menyatakan dukungan kepada saya untuk menjadi ketua. Setelah mendapat dua dukungan, kemudian bersambung dengan dukungan dari Mas Agus Susanto dan Mas Anang Maruf. Klik. Aklamasi. Tidak perlu waktu lama. Empat rekan-rekan komisioner sepakat untuk menunjuk saya menjadi Ketua KPU Pacitan periode 2024-2029.

Allahuakbar! Kuasa Allah SWT yang telah menurunkan takdir ini kepada saya. Bismillah. Saya menguatkan diri untuk mampu menerima takdir ini. Serta berharap supaya saya dimampukan untuk menjalankan sejarah dalam kehidupan saya ini.

Keputusan untuk menunjuk ketua ini, selanjutnya berbarengan dengan penentuan divisi masing-masing. Pak Iwit memilih untuk menggawangi Divisi Hukum dan Pengawasan, yang sebelumnya saya tempati. Mas Eko Setiawan, meminta perpindahan dari divisi sebelumnya ke Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia. Berlanjut dengan pilihan Mas Anang Maruf untuk menggawangi Divisi Perencanaan, Data dan Informasi. Tinggal terakhir, Divisi Teknis Penyelenggaraan yang akhirnya ditempati kembali oleh Mas Agus Susanto. Praktis, dari pembagian divisi tersebut, Mas Agus Susanto yang bertahan untuk berada di Divisi Teknis Penyelenggaraan.

Semua sepakat. Salaman. Berita acara pun dibuat. Langsung ditandatangani berlima. Tanda legalitas posisi kami masing-masing untuk lima tahun mendatang. Kebetulan, pada sore itu, teman-teman dari Subbagian Hukum dan SDM, yang memiliki kewenangan menyusun produk hukum, diminta ke kantor. Sehingga berkas legalitas tersebut bisa langsung disusun dan ditandatangani.

Baca Juga :  Sarasehan Angkringan Pemilu

Usai tanda tangan, kami kembali pulang. Saya tidak langsung pulang. Saya langsung ke rumah Ibunda. Saya bersimpuh di hadapan beliau. Kami menangis haru atas takdir yang saya pikul ini. Ibunda saya berpesan, untuk berhati-hati dalam mengemban amanah ini. Baru setelah itu, saya kembali pulang ke rumah. Memastikan bahwa keluarga saya, yakni istri dan anak, siap untuk menjadi bagian dari takdir garis sejarah saya ini.

Begitulah alur ceritanya. Hingga akhirnya pada Rabu (19/6), kami berlima mulai masuk kantor KPU Pacitan untuk kali perdana. Dengan formasi yang baru ini. Kami mengajak seluruh Sekretariat KPU Pacitan untuk bersinergi dan bekerjasama dengan formasi kami kali ini. Kami mohon doa juga kepada seluruh pembaca, supaya kami dimudahkan, dilancarkan dan diselamatkan dalam mengemban amanah dalam periode kali ini. (*)

 

Tulisan ke-100/edisi 17-19 Juni 2024

 

***

Dengan berakhirnya tulisan ke-100 ini, maka ini merupakan tulisan terakhir dalam rangkaian catatan saya mengenai tahapan Pemilu Tahun 2024. Terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah mengikuti perjalanan tulisan saya setiap pekan ini, tepatnya yang terpublikasi setiap hari Senin selama 100 pekan terakhir. Kami mohon maaf, apabila terdapat hal-hal yang dirasa kurang berkenan di hati para pembaca. Semoga tulisan-tulisan ini menginspirasi. Sekaligus menjadi laporan pertanggungjawaban moral saya untuk menyampaikan kepada khalayak, apa-apa saja yang kami lakukan di KPU Pacitan selama 100 pekan ini. Sekaligus selama penyelenggaraan tahapan Pemilu Tahun 2024. Masih saya tambahkan bonus cerita mengenai proses seleksi penerimaan anggota KPU Pacitan untuk periode 2024-2029.

Berita Terkait

Lolos Periode Kedua
Pilkada Resmi Diluncurkan
Babak Akhir Seleksi KPU
516 PPS Dilantik, Maskot/Jingle Diumumkan
60 PPK Dilantik, 1046 Calon PPS Ujian Tulis
Pekannya Seleksi PPK dan PPS
45 Calon Dewan, Ditetapkan
Pendaftaran PPK Pilkada Dibuka!

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:24 WIB

Idul Adha, Takdir Jadi Ketua

Senin, 17 Juni 2024 - 15:00 WIB

Lolos Periode Kedua

Senin, 10 Juni 2024 - 10:40 WIB

Pilkada Resmi Diluncurkan

Senin, 3 Juni 2024 - 15:27 WIB

Babak Akhir Seleksi KPU

Senin, 27 Mei 2024 - 14:22 WIB

516 PPS Dilantik, Maskot/Jingle Diumumkan

Berita Terbaru