MINGGU (1/10) bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila. KPU Pacitan menggelar upacara peringatan momentum tersebut secara sederhana. Ketua KPU Pacitan, bertindak sebagai inspektur upacara. Seperti biasa, upacara ini ada petunjuk pelaksanaannya dari KPU RI. Jadi, bisa dipastikan alurnya sama se-Indonesia.
Tidak lama upacaranya. Dimulai pukul 08.00 WIB. Tidak ada amanat inspektur. Hanya ada sesi pembacaan ikrar. Isinya, tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan. Untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI. Sebagaimana tema besar yang diusung: Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju.

Selain upacara di penghujung pekan, beberapa agenda juga terjadwal pada pekan kemarin. Pada Rabu (27/9), saya berkesempatan untuk menyaksikan pemilihan ketua OSIS di SMA Negeri 1 Pacitan. Ini sekolah saya. Dan sebelum pelaksanaan pemungutan suara, saya diberikan kesempatan untuk naik ke podium. Memberikan pengarahan umum.
Dalam pengarahan umum, saya sampaikan bahwa sudah 19 tahun saya meninggalkan almamater tersebut. Momen ini sekaligus kesempatan bagi saya untuk kembali “pulang”. Bersilaturahmi dengan para guru dan seluruh siswa yang merupakan “adik kelas”. Setelah sedikit mengenang masa lalu, saya sampaikan bahwa urgensitas dalam suatu pemilihan adalah adanya proses pengadministrasian yang baik. Mulai dari pengadministrasian pemilih, peserta hingga hasil.
Selain kondisi tersebut, parameter keberhasilan suatu pemilihan dapat diukur dari angka partisipasi pemilih. Itulah sebabnya, Pemilihan Ketua OSIS ini saya harapkan dapat mencatatkan angka partisipasi pemilih hingga 100 persen. Termasuk menjadi sarana pembelajaran demokrasi sejak dini, untuk menekan angka golput.
Pemilihan Ketua OSIS ini menurut saya keren. Seluruh tahapan pemantapan dan sosialisasi dimaksimalkan dalam satu hari. Mulai dari penyampaian program kerja, pengenalan pribadi masing-masing calon hingga uji kompetensi terbuka. Khusus sesi uji kompetensi ini, tiga kandidat yang ada, menerima sejumlah pertanyaan dari para guru dan teman-temannya sendiri. Dijawab lugas dan konkrit.
Usai proses tersebut, tiba saatnya pemungutan suara. Saya melihat langsung proses tersebut. Seluruh siswa dan guru, mendapatkan surat suara yang ada foto tiga kandidat. Dicoblos dalam bilik suara, dimasukkan kotak hingga pemberian tinta tanda telah mencoblos. KPU Pacitan memberikan dukungan berupa peminjaman bilik dan kotak suara.

Kegiatan pemungutan suara berlangsung hingga siang. Dipastikan seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Pacitan telah menyalurkan hak suara. Saya turut berbahagia melihat seluruh proses berjalan lancar dan sukses.
Di samping itu, pada awal pekan kemarin, KPU Pacitan juga menggelar dua kegiatan sekaligus dalam satu waktu. Tepatnya Selasa (26/9) pagi. Di ruang rumah pintar pemilu (RPP), digelar rakor persiapan pencermatan DCS dan sosialisasi pembukaan rekening khusus dana kampanye (RKDK). Sedangkan di ruang rapat utama, digelar rakor bersama TAPD untuk membahas persiapan penandatanganan NPHD.
Acara di RPP, mengundang seluruh partai politik. Disampaikan bahwa tahapan pencalonan memasuki masa pencermatan DCS. Masih ada waktu bagi parpol untuk kembali melakukan pencermatan atas DCS yang sudah diumumkan, sebelum difinalisasi dalam DCT. Termasuk penyampaian urgensi RKDK sebagai bagian dari proses tahapan Pemilu Tahun 2024.


Proses pencermatan ini dilakukan hingga tanggal 3 Oktober 2023. Dan menuju tanggal tersebut, KPU Pacitan membuka helpdesk yang siap untuk melayani konsultasi pengurus parpol. Ada tim yang sudah dibagi untuk bertugas. Masing-masing tim dipimpin seorang komisioner serta berkonsentrasi untuk tiga parpol. Sebelum akhirnya hasil dari pencermatan DCS tersebut diputuskan melalui forum rapat pleno. (*)
Tulisan ke-62/Edisi 25 September 2023-1 Oktober 2023






