Politik Ngawi Harus Bertumpu Pada Demokrasi Bukan Ajang Disentralisasi Politik

- Jurnalis

Rabu, 11 September 2019 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI. Setahun lagi Ngawi akan memasuki tahun politik 2020 melalui gelaran Pilkada. Banyak pihak berharap proses demokrasi lima tahunan itu khusus di Ngawi menjadi satu tumpuan pasti terhadap kesejahteraan masyarakat.

Bukan sebagai momen melanggengkan kekuasaan dengan menggerus demokrasi itu sendiri. Demokrasi harus berada pada nilai hakiki yang semestinya. Etika politik tentu dikedepankan.

Pada era reformasi muncul gumpalan aspirasi dan gugatan kuat agar proses pemilihan langsung (Pilkada-red) sebagai sarana paling nyata bagi pelaksanaan demokrasi harus diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Baca Juga :  Angka DBD Di Ngawi Terus Bertambah,Pemkab Belum Tetapkan KLB

Laju politik ‘sendiko dawuh’ sudah menabrak norma dan rohnya demokrasi. Masyarakat melalui pemerintah maupun partai politik secara obyektif memberikan pendidikan politik yang utuh.

Saat ini masih setahun lagi menuju tahun politik. Pekerjaan yang harus perhatikan dengan seksama oleh lembaga penyelenggara pemilu (KPU-red) terutama terkait dengan daftar pemilih. Nantinya diharapkan akurasi daftar pemilih jangan bak bola karet.

Jangan sampai terjadi manipulasi dalam perhitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara, netralisasi institusi penyelenggara, dan berbagai permasalahan lainnya terkait dengan pelaksanaan Pemilu menjadi permasalahan yang urgen.

Baca Juga :  Jutaan Surat Suara Tiba di KPU Ngawi

Proses pemilu yang diaktualisasikan melalui pemilihan kepala daerah sebagai syarat minimal penyelenggaraan demokrasi. Demokrasi harus utuh, bukan dimainkan dengan rekayasa politik. Perlu diketahui juga Pilkada Ngawi 2015 disinyalir ada deal-deal politik.

Kehadiran partai politik saat itu bak macan ompong. Sang jawara dari pelaksanan demokrasi lima tahunan itu sudah terbaca. Menimbang dari kekuatan lawan saat itu yang seolah hanya pelengkap.

Aspirasi politik tak mampu bergerak dan tersampaikan secara jelas. Diharapkan Pilkada Ngawi 2020 menjadi parameter hidupnya demokrasi bukan disentralisasi politik di wilayah tersebut. (by poer)

Berita Terkait

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini
Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun
Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA
Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun
Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat
Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit
Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual
Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Selasa, 4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

Sabtu, 1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

Sabtu, 1 Mei 2021 - 20:59 WIB

Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA

Minggu, 28 Maret 2021 - 09:52 WIB

Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun

Kamis, 25 Maret 2021 - 09:32 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat

Senin, 22 Maret 2021 - 09:03 WIB

Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit

Rabu, 17 Maret 2021 - 19:43 WIB

Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual

Kamis, 4 Maret 2021 - 19:56 WIB

Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terbaru