Menu

Mode Gelap
Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo  Empati Bencana Cianjur, SMK PGRI 2 Ponorogo Galang Dana dan Shalat Ghoib Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP  Pertemuan Anies dan 3 Partai, Demokrat : Kami Makin Solid

Ngawi · 11 Sep 2019 12:19 WIB ·

Politik Ngawi Harus Bertumpu Pada Demokrasi Bukan Ajang Disentralisasi Politik


 Politik Ngawi Harus Bertumpu Pada Demokrasi Bukan Ajang Disentralisasi Politik Perbesar

NGAWI. Setahun lagi Ngawi akan memasuki tahun politik 2020 melalui gelaran Pilkada. Banyak pihak berharap proses demokrasi lima tahunan itu khusus di Ngawi menjadi satu tumpuan pasti terhadap kesejahteraan masyarakat.

Bukan sebagai momen melanggengkan kekuasaan dengan menggerus demokrasi itu sendiri. Demokrasi harus berada pada nilai hakiki yang semestinya. Etika politik tentu dikedepankan.

Pada era reformasi muncul gumpalan aspirasi dan gugatan kuat agar proses pemilihan langsung (Pilkada-red) sebagai sarana paling nyata bagi pelaksanaan demokrasi harus diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Laju politik ‘sendiko dawuh’ sudah menabrak norma dan rohnya demokrasi. Masyarakat melalui pemerintah maupun partai politik secara obyektif memberikan pendidikan politik yang utuh.

Saat ini masih setahun lagi menuju tahun politik. Pekerjaan yang harus perhatikan dengan seksama oleh lembaga penyelenggara pemilu (KPU-red) terutama terkait dengan daftar pemilih. Nantinya diharapkan akurasi daftar pemilih jangan bak bola karet.

Jangan sampai terjadi manipulasi dalam perhitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara, netralisasi institusi penyelenggara, dan berbagai permasalahan lainnya terkait dengan pelaksanaan Pemilu menjadi permasalahan yang urgen.

Proses pemilu yang diaktualisasikan melalui pemilihan kepala daerah sebagai syarat minimal penyelenggaraan demokrasi. Demokrasi harus utuh, bukan dimainkan dengan rekayasa politik. Perlu diketahui juga Pilkada Ngawi 2015 disinyalir ada deal-deal politik.

Kehadiran partai politik saat itu bak macan ompong. Sang jawara dari pelaksanan demokrasi lima tahunan itu sudah terbaca. Menimbang dari kekuatan lawan saat itu yang seolah hanya pelengkap.

Aspirasi politik tak mampu bergerak dan tersampaikan secara jelas. Diharapkan Pilkada Ngawi 2020 menjadi parameter hidupnya demokrasi bukan disentralisasi politik di wilayah tersebut. (by poer)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Forkopimda Jatim Dampingi Presiden RI Resmikan Pasar Besar Ngawi

18 Desember 2021 - 00:01 WIB

Babak Penentu, Persepon Ungguli Persekama 2-1

18 November 2021 - 15:39 WIB

Kades Bicara SDGs Minta Sebagai Leadership Pembangunan Nasional NGAWI. Desa merupakan

10 Mei 2021 - 13:42 WIB

Peduli Sesama, Dharma Wanita Kantor Imigrasi Madiun Bagikan Sembako dan Mukena

8 Mei 2021 - 14:44 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Trending di Daerah