ALHAMDULILLAH. Allahuakbar! Usai serangkaian seleksi yang cukup padat, akhirnya formasi anggota KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur, termasuk Pacitan, ditetapkan. Pengumuman hasil seleksi pimpinan KPU periode 2024-2029 ini, diumumkan KPU RI pada Kamis (13/6) pagi menjelang siang. Sebenarnya, 13 Juni 2024 ini merupakan akhir dari masa bakti KPU kabupaten/kota untuk periode 2019-2024. Artinya, pengumuman ini turun tepat di hari terakhir masa jabatan tersebut.
Hasilnya? Alhamdulillah nama saya masuk. Periode kedua. Bersama tiga orang teman-teman petahana lainnya. Ditambah satu orang lagi bernama Anang Maruf. Artinya, pimpinan KPU Pacitan periode 2024-2029 adalah Agus Susanto, Anang Maruf, saya sendiri, Eko Setiawan dan Iwit Widhi Santoso.
Tidak bisa segera bernafas lega. Hari itu juga kami diminta untuk ke Jakarta. Menjalani seremoni pelantikan. Undangan pelantikannya jam 16.00 WIB. Padahal, pengumuman turun sudah menjelang pukul 11.00 WIB. Hari itu pun kami maraton untuk segera ke Jakarta. Sekretariat KPU Pacitan mempersiapkan seluruh akomodasi yang diperlukan.
Bakda duhur, kami langsung berangkat. Menuju bandara Adi Sumarmo Boyolali, untuk kemudian dijadwalkan pesawat sore menuju Jakarta. Dalam perjalanan, diinformasikan bahwa jadwal pelantikan mundur menjadi bakda Isya. Masih cukup waktu bagi kami untuk menuju Jakarta.
Kami berlima bertolak ke Jakarta. Didampingi Kasubbag Hukum dan SDM Danang Kuntadi. Tiba di Bandara Soekarno-Hatta sudah petang. Kami berupaya memastikan tepat waktu tiba di gedung KPU RI yang berada di Jalan Imam Bonjol. Kebetulan, saat itu jalanan padat. Waktunya orang pulang kerja. Akhirnya kami putuskan, yang penting datang!
Syukur, kami tiba belum terlambat. Sesaat jelang pelantikan. Di dalam mobil itu, kami sudah berpakaian sebagaimana undangan: pakaian sipil resmi, jas berdasi. Kami berganti pakaian di toilet bandara. Sungguh perjalanan yang berkesan. Karena harus berkejaran dengan waktu. Sempat berpikir pakai patwal polisi. Tetapi kami berpikir, ini macetnya Jakarta, bukan seperti di Pacitan yang mungkin bisa membuka kemacetan.
Di KPU RI, kami dilantik bersama teman-teman KPU kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Sekali lagi Alhamdulillah, kami semua mendapatkan amanah untuk menahkodai lembaga penyelenggara pemilu di wilayah. Mudah-mudahan Allah SWT ridho, dan memberikan kami senantiasa kemudahan.
Malam itu, kami bermalam di Jakarta. Esok hari, Jumat (14/6), kami bersiap kembali pulang ke Pacitan. Sebelum pulang, pagi hari itu kami berlima sempat berkumpul. Menyampaikan pandangan masing-masing mengenai pembagian formasi divisi, termasuk penentuan siapa ketuanya. Kami berlima memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi ketua.
Usai beberapa pandangan, mulai mengerucut pada suatu kesimpulan. Namun kami belum bisa memutuskan pada kesempatan ini. Sebab, masih terdapat perbedaan pandangan. Kami bersepakat untuk bisa memusyawarahkan dengan baik atau aklamasi, sehingga sama-sama dapat menerima hasilnya dengan baik.
Sore, kami pulang ke Pacitan. Moda transportasi kereta maupun pesawat, sudah tidak kami dapatkan tiketnya. Saya baru sadar, jika saat itu adalah momen mudik Idul Adha. Walhasil, kami menggunakan bus. Itu pun tidak bisa memilih tipe-tipe. Yang penting bisa balik dan selamat. Mau tahu apa busnya? PO Gunung Mulia yang armada lama. Duduknya di bangku belakang.
Cukup lama saya tidak naik bus jurusan Jakarta. Dan, lagi-lagi karena itu arus mudik, perjalanan ini cukup lama. Kami start berangkat dari Terminal Kalideres, Jakarta Barat, pukul 17.00 WIB. Sebelumnya, kami sudah standby di terminal ini sejak pukul 14.00 WIB. Perjalanan lumayan lancar. Namun tidak bisa cepat. Padat. Jelang Subuh baru sampai gerbang tol Kalikangkung.
Walhasil, sampai tempat pemberhentian akhir kami di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, sekitar pukul 10.00 WIB, hari Sabtu (15/6). Mantap, 17 jam perjalanan. Anda mungkin bisa memperkirakan, biasanya perjalanan darat Jakarta-Solo via tol Transjawa itu berapa jam. Dari Sukoharjo, kami dijemput armada dari KPU Pacitan. Menempuh perjalanan lagi ke Pacitan sekitar 3 jam.
Sampai Pacitan, kami kembali ke aktivitas masing-masing. Mempersiapkan diri untuk Idul Adha. Tidak ada lagi pembahasan mengenai pembagian divisi maupun ketua. Kami sama-sama bernafas lega setelah dinamika seleksi. Dan tentunya, mensyukuri nikmat Allah SWT karena sudah diberikan kesempatan terpilih sebagai pimpinan di KPU Pacitan.
Begitulah cerita singkat saya mengenai detik-detik pengumuman hingga pasca pelantikan. Selain itu, dalam sepekan terakhir juga terjadi beberapa agenda. Senin (10/6) dan Selasa (11/6), kami berlima bersama sekretaris mendapatkan undangan Rapat Pimpinan (Rapim) dari KPU Jawa Timur di Surabaya.
Usai dua hari Rapim, pada Rabu (12/6) dilakukan seremoni penyerahan dokumen persyaratan pelantikan calon anggota DPRD terpilih kepada Pemkab Pacitan. Acara ini dipusatkan di ruang rapat bupati. Momen penanda akhir Pemilu Tahun 2024 ini, sekaligus kesempatan bagi Bu Ketua Sulis Styorini untuk pamitan kepada bupati dan jajaran Pemkab Pacitan yang hadir pada acara ini.
Dengan penyerahan dokumen ini, sekaligus menandai bahwa calon anggota DPRD Kabupaten Pacitan terpilih, secara administrasi terkait hasil kepemiluan, sudah memenuhi syarat untuk selanjutnya diproses pelantikannya. (*)
Tulisan ke-99/Edisi 10-16 Juni 2024






