Dua Jas Beda Warna, Anggaran Pelantikan DPRD Ngawi Dipertanyakan

- Jurnalis

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintas7.net, NGAWI – Prosesi pelantikan anggota DPRD Ngawi yang dilaksanakan Sabtu, (24/8/2019) diwarnai pemandangan kontras terkait pemakaian jas fulldress. Dari 45 orang anggota dewan yang dilantik 34 di antaranya adalah pria dan sisanya perempuan.

Dari 34 anggota dewan pria, ada 2 orang yakni Heru Kusnindar dan Edi Supriyadi yang memakai jas dengan warna berbeda berwarna hitam pekat sedangkan lainnya memakai warna abu-abu.

Meski tidak ada aturan tertulis hanya bersifat kesepakatan, namun berbagai spekulasi mulai muncul. Entah mereka lupa memakai jas atau sebaliknya tidak mendapatkan jatah dari pihak kesekretariatan dewan.

Baca Juga :  Pasar Jadul Besutan Dispora Ngawi Makin Mentradisi

“Semuanya sudah terbagi dan semuanya dapat jas (anggota dewan pria-red). Dari 45 orang dewan semuanya sudah terpenuhi,” terang Yunik Bendahara Sekretariat DPRD Ngawi.

Bahkan Yunik menyebut, setiap anggota dewan yang dilantik pakaianya senilai Rp 1,5 juta. Sehingga jika dihitung keseluruhan anggaran yang diserap untuk pengadaan pakaian Rp 67,5 juta.

Namun pernyataan Yunik tersebut langsung mendapat respon terbalik. Heru Kusnindar dan Edi Supriyadi terlihat memakai warna jas berbeda yakni hitam pekat. Bahkan Heru menyebut, kejadian yang menimpa dirinya sebagai bentuk tidak profesionalnya kesekretariatan dewan sendiri.

Baca Juga :  Menelisik Peta Politik Ngawi Jemput 45 Kursi

“Mereka kan melayani kebutuhan kita tapi tidak profesional. Seharusnya jangan demikian,” ucap Heru Kusnindar.

Hal senada dilontarkan Edi. Sebelumnya ia berusaha melakukan klarifikasi kepada kesekretariatan untuk mengetahui alasan dirinya tidak mendapatkan pakaian seperti lainya. Kata Edi, Yunik hanya menjawab sudah didistribusikan semuanya dan sudah habis.

“Ketika saya tanya kepada siapa pakaian itu didistribusikan, Bu Yunik bilang lupa itu saja,” pungkas Edi. (pr/ant)

Berita Terkait

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini
Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun
Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA
Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun
Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat
Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit
Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual
Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Selasa, 4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

Sabtu, 1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

Sabtu, 1 Mei 2021 - 20:59 WIB

Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA

Minggu, 28 Maret 2021 - 09:52 WIB

Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun

Kamis, 25 Maret 2021 - 09:32 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat

Senin, 22 Maret 2021 - 09:03 WIB

Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit

Rabu, 17 Maret 2021 - 19:43 WIB

Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual

Kamis, 4 Maret 2021 - 19:56 WIB

Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terbaru