Mak Rah, Cerita PSK Tarif Terjangkau Alasan Ekonomi Mikro

- Jurnalis

Minggu, 27 Oktober 2019 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI. Mak Rah demikian sapaanya akrabnya bukan nama asli yang tidak lain si petualang jalur hitam, terjal dan memilukan dalam usaha bisnis lendir. Perempuan 46 tahun asal Bojonegoro ini mengaku lebih dari separuh umurnya berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) lintas daerah.

Belakangan ini dirinya memang sengaja ekspansi ke Ngawi untuk menekuni profesinya sebagai PSK di salah satu warung remang-remang depan bekas pasar hewan Ngawi. Saat ditangkap petugas Satpol PP pada Minggu dini hari, (27/10), Mak Rah hanya bisa pasrah. Soal dioprak petugas ataupun ditangkap itu bagian dari resikonya kerjanya.

Baca Juga :  PDIP Ngawi Targetkan Kemenangan Pileg-Pilpres

“Kalau dikatakan menyesal jelas itu pasti. Saya kira semua perempuan tidak mau berpikir ataupun mencoba menekuni pekerjaan seperti saya,” terang Mak Rah.

Alasan kuat terjun ke lembah hitam tidak lain adalah masalah ekonomi. Mak Rah mengaku mempunyai 2 orang anak. Sayang ia enggan menjelaskan status buah hatinya apakah masih duduk dibangku sekolah atau sudah bekerja bahkan berumah tangga. Setiap berangkat kerja sebagai pemuas nafsu Mak Rah pamit kepada keluarganya.

“Setahu keluarga saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Ngawi hanya itu yang mereka tahu tentang saya. Selebihnya tidak,” kata Mak Rah.

Baca Juga :  Laka Lantas, Seorang Waka Polsek Meninggal

Kata hati Mak Rah, setahun terakhir ia berencana pengen menikmati kehidupan normal seperti umumnya masyarakat. Bahkan, berencana akan membuka warung kecil-kecilan dirumahnya meski penghasilan tidak sebesar seperti pekerjaan malam yang ia tekuni selama ini.

“Kalau per malamnya rata-rata yang saya servis ada empat sampai lima lelaki. Tarifnya murah sesuai situasi ekonomi di daerah ini (Ngawi-red) hanya Rp 50 ribu. Dari hasil itu saya kumpulkan sebagianya untuk usaha dirumah nanti dan alhamdulillah sekarang saya ditangkap berati konsekuensinya saya harus insyaf,” beber Mak Rah dengan mata berkaca-kaca. (pr)

Berita Terkait

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini
Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun
Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA
Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun
Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat
Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit
Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual
Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Selasa, 4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

Sabtu, 1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

Sabtu, 1 Mei 2021 - 20:59 WIB

Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA

Minggu, 28 Maret 2021 - 09:52 WIB

Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun

Kamis, 25 Maret 2021 - 09:32 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat

Senin, 22 Maret 2021 - 09:03 WIB

Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit

Rabu, 17 Maret 2021 - 19:43 WIB

Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual

Kamis, 4 Maret 2021 - 19:56 WIB

Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terbaru

Headline

Magnet SBY, Agum Gumelar Berkunjung ke Pacitan

Selasa, 28 Mei 2024 - 08:54 WIB