Menu

Mode Gelap
Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo  Empati Bencana Cianjur, SMK PGRI 2 Ponorogo Galang Dana dan Shalat Ghoib Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP  Pertemuan Anies dan 3 Partai, Demokrat : Kami Makin Solid

Magetan · 4 Mar 2019 12:00 WIB ·

Mobil Xenia Tabrak Pohon, 5 Orang Luka-Luka dan 1 Orang Kritis


 Mobil Xenia Tabrak Pohon, 5 Orang Luka-Luka dan 1 Orang Kritis Perbesar

MAGETAN – Lagi-lagi kecelakaan terjadi di Jalan Raya Megetan-Maospati. Kali ini tepatnya di Desa Suratmajan, Kecamatan Maospati. Satu unit mobil Daihatsu Xenia nopol L 1444 CV yang ditumpangi 7 orang hancur, setelah menabrak patok kilometer dan pohon di pinggir jalan, Minggu (3/3).

Sopir mobil selamat, namun 6 penumpang harus dirawat di IGD RSAU dr. Efram Harsana Lanud Iswahjudi. Bahkan satu diantaranya dalam kondisi kritis.

“Penumpangnya berjumlah 7 semua adalah keluarga dari sopirnya. Anaknya, Istrinya dan juga budhenya. Yang parah tadi budenya,”kata Ardi Irawan warga setempat, Minggu (3/3).

Sementara itu pengemudi mobil selamat, Wahyudi warga Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, enggan bercerita banyak mengenai peristiwa itu. Ia mengaku baru pulang menghadiri acara hajatan pengantin dari rumah saudaranya di Surabaya dan hanya berkecepatan 60 Km/jam saat tiba di sekitar TKP tersebut yang masih pagi hari.

“Pulang dari acara keluarga, menghadiri acara hajatan manten di Surabaya. Saya kondisi sadar tidak ngantuk, kondisi jalan sepi, tapi gak tahu mobil tiba-tiba langsung oleng ke kanan langsung dan nabrak pohon,” ujarnya.

Wahyudi menjelaskan, pihak polisi yang datang ke TKP langsung meminta STNK dan SIM mobilnya dan belum melakukan evakuasi mobil.Yang saat ini kondisi body depan penyok setelah membentur pohon dan tugu kilo meter dan masuk ke parit.

Sudah dua kali polisi mendatangi lokasi. Namun polisi juga belum berupaya untuk mengevakuasi mobilnya yang masuk parit.

“Dua kali ke sini. Yang pertama minta STNK dan SIM yang kedua barusan tadi kesini lagi datang hanya menanyakan sudah dapat derek apa belum,” ungkapnya.

Akhirnya, Wahyudi terpaksa memanggil derek dari bengkel mobil sendiri, sekaligus untuk perbaikan. Dia beralasan untuk menghemat biaya agar ringkas satu bengkel dan tidak membiayai polisi.

“Polisi tidak menyebut angka biaya derek, tapi ngomong, kalau tidak mau diurusi, cari derek sendiri,” pungkasnya (ton)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP 

21 November 2022 - 13:02 WIB

Komplotan Spesialis Pencurian Pikap Diringkus Polisi

18 November 2022 - 22:32 WIB

Diduga Gelapkan Dana 2,9 M, Bendahara Koperasi Kodim Pacitan Ditahan

18 November 2022 - 14:19 WIB

Siswa SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi Siap Raih Prestasi di AMSO 2022

16 November 2022 - 09:23 WIB

Ingin Lulus Ujian Praktek SIM? Jangan Khawatir, Satpas Polres Madiun Beri Pelatihan Ujian Praktek SIM Gratis 

8 November 2022 - 11:43 WIB

Trending di Madiun