Sawah Terendam Banjir, Ribuan Petani Merugi

- Jurnalis

Minggu, 10 Maret 2019 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI – Bencana banjiryang melanda wilayah Ngawi, Jawa Timur selama empat hari ini menyisakan duka tersendiri bagi petani. Tercatat sesuai data dari Dinas Pertanian (Disperta) Ngawi ada 1.016 hektar lahan sawah terendam banjir yang tersebar di 26 desa dari 6 kecamatan. Akibatnya 3.746 petani siap-siap merugi lantaran tanaman padi yang siap panen terancam membusuk.

Rata-rata usia tanam memasuki 80-90 hari yang tersebar di tiga kecamatan baik Kwadungan, Geneng dan Ngawi Kota. Seperti halnya di Kwadungan dari 8 desa terpaksa mempercepat masa panen. Pemandangan seperti itu bisa dilihat di beberapa desa antara lain Purwosari, Dinden, Kendung, Simo, Tirak, Sumengko, Pojok dan Mojomanis.

Baca Juga :  Masih Belum Beres, Pembebasan Lahan Untuk Tol NKJ

“Iya terpaksa kita panen dengan resiko basah seperti ini daripada membusuk. Tetapi kita juga bingung setelah sampai rumah mau dijemur dimana sedangkan banjir masih terjadi,” ungkap Sutikno petani asal Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Jum’at, (09/03/2019).

Sedangkan di Kecamatan Geneng terparah di Desa Kasreman hampir 200 hektar lahan sawah terendam. Padahal wilayah ini belum memasuki masa panen dengan usia berkisar antara 70-80 hari. Dampaknya pun jelas, jika banjir tidak lekas surut potensi gagal panen didepan mata. Para petani pun dibuat pasrah.

Baca Juga :  Tabrak Pajero, Yamaha Vixion Terbelah

“Memang ada padi yang sudah menguning terpaksa dipanen awal padahal belum waktunya dengan resiko harganya nanti anjlok daripada membusuk. Namun juga ada yang lebih parah dibiarkan begitu saja karena memang belum bisa dipanen,” ungkapnya. (en*/ant)

Berita Terkait

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini
Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun
Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA
Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun
Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat
Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit
Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual
Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Selasa, 4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

Sabtu, 1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

Sabtu, 1 Mei 2021 - 20:59 WIB

Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA

Minggu, 28 Maret 2021 - 09:52 WIB

Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun

Kamis, 25 Maret 2021 - 09:32 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat

Senin, 22 Maret 2021 - 09:03 WIB

Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit

Rabu, 17 Maret 2021 - 19:43 WIB

Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual

Kamis, 4 Maret 2021 - 19:56 WIB

Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terbaru