Miss Komunikasi P3K, BKPP Pastikan Koordinasi dengan DPRD Ngawi

- Jurnalis

Senin, 25 Februari 2019 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI – Terkait pelaksanaan tes peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada Sabtu kemarin, (23/02/2019), dengan pelaksana Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) mengambil tempat di SMKN 1 Ngawi usut punya usut sempat terjadi miss komunikasi internal dewan.

Dwi Rianto Jatmiko/Antok Ketua DPRD Ngawi menjelaskan, secara kelembagaan dewan sudah menerima surat pemberitahuan pelaksanaan tes P3K dari BKPP Ngawi pada Jum’at, (22/02/2019), atau sehari sebelum pelaksanaan. Hanya saja pemberitahuan yang disampaikan pihak BKPP sifatnya kolektif bukan ke personal maupun ke komisi.

“Secara kelembagaan pemberitahuan adanya tes P3K dari BKPP sudah diterima dewan (DPRD Ngawi-red). Memang waktu itu kita mengadakan kunker ke luar propinsi bersama Bappemperda dan BK DPRD Ngawi termasuk Pak Sis (Siswanto Komisi I DPRD Ngawi-red),” terang Antok via pesan whatsaap, Senin, (25/02/2019).

Dengan adanya kabar Komisi I DPRD Ngawi kecolongan kabar pelaksanaan tes P3K yang digelar BKPP, Antok menyebut tidak pas dan hanya salah komunikasi saja dan itu pun tidak perlu dipermasalahkan. Diakuinya, keberadaan wakil rakyat sekarang ini tengah disibukan dengan kegiatan luar daerah.

Baca Juga :  DBHCHT Dorong Pembangunan RSUD dr. Darsono, Warga Pacitan Siap Nikmati Layanan Kesehatan yang Lebih Baik

Terpisah, Yuli Kusprasetyo Kepala BKPP Ngawi membenarkan jika pihaknya sudah memberikan kabar kepada lembaga legislatif tersebut. Yuli memaklumi terhadap pelaksanaan tes P3K sebagai solusi K2 yang tidak lolos CPNS beberapa waktu lalu. Pada Kamis pagi, (21/02/2019), pihaknya belum mendapatkan kabar positif dari Kemenpan RB dan sifatnya masih tentatif.

“Kamis pagi saja jadwalnya itu masih tentatif. Kami baru mendapat kabar secara jelas itu baru Kamis malam. Dan Jum’at paginya kami langsung menyiapkan sarpras untuk menyiapkan tes itu dan Pak Bupatinya baru kami kabari pada sorenya. Jadi mohon maaf kalau tidak bisa satu persatu karena bener-bener mepet,” tegas Yuli Kusprasetyo via selular.

Ungkapnya, terkait tes BKPP hanya sebatas pelaksana lapangan dan semuanya ada ditangan Kemempan RB baik materi tes, teknis pelaksanaan dan lain-lainya. Sekali lagi ia menegaskan semuanya tersentral di pusat dan daerah tidak mempunyai kewenangan membuat kebijakan apapun.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Kayen Bersama PSHT dan Pemerintah Kecamatan Berkolaborasi Bersihkan Saluran Air Cegah Banjir

“Masalah lolos tidaknya peserta pada rekrutmen P3K melalui tes ini ada ditangan pusat (Kemenpan RB-red) hanya saja portalnya (sscnp3k-red) ada ditangan BKN. Apapun itu termasuk solusinya ada dikewenangan pusat bukan daerah,” urainya.

Untuk teknis penilaian dari tes itu sendiri dilakukan secara langsung melalui sistim yang terintegrasi didalam komputer. Diakui Yuli, dalam tes tersebut diberlakukan passing grade atau persentase nilai ambang batas.

Seperti materi kompetensi teknis yang terdiri 40 soal, manajerial ada 40 soal plus kompetensi sosiokultural terdiri 10 soal yang dikerjakan dalam 1 jam dengan total 90 soal. Ketiga materi itu passing gradenya harus sampai pada nilai 65 hanya saja khusus kompetensi teknis passing gradenya harus sampai pada angka 42.

“Semua nilai itu bisa diketahui pada Jum’at nanti (01/03/2019) yang memberikan atau yang berwenang menilai langsung dari Kemenpan RB,” pungkas Yuli Kusprasetyo. (en*)

Berita Terkait

BKAD Pacitan Perkuat Kapasitas Hukum Kades dan BPD, Tekankan Tata Kelola Desa Berbasis Risiko
Hujan Turun Membawa Berkah, Tapi Jalan Purworejo–Banjarsari Kian Parah
Masih Ada PR Besar Layanan Keterbukaan Informasi Publik
BKAD Pringkuku Gelar Rakor Peningkatan Kapasitas BPD, Dorong Sinergi dan Tata Kelola Desa yang Lebih Baik
Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pringkuku, Beras SPHP Ludes Diserbu Pembeli
TPP dan Inspektorat Pacitan Berkolaborasi, Komitmen Bersama Cegah Korupsi Sejak Dini
Ibunya Nelayan Jatim, Khofifah Tinjau Pelabuhan Tamperan dan Gulirkan Program Perikanan  
Bantuan BLT Disalurkan, Gubernur Jatim Tekankan Pentingnya Penggunaan Dana yang Produktif

Berita Terkait

Selasa, 28 Oktober 2025 - 08:44 WIB

Hujan Turun Membawa Berkah, Tapi Jalan Purworejo–Banjarsari Kian Parah

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:55 WIB

Masih Ada PR Besar Layanan Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 23 September 2025 - 04:59 WIB

BKAD Pringkuku Gelar Rakor Peningkatan Kapasitas BPD, Dorong Sinergi dan Tata Kelola Desa yang Lebih Baik

Senin, 1 September 2025 - 19:39 WIB

Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pringkuku, Beras SPHP Ludes Diserbu Pembeli

Selasa, 26 Agustus 2025 - 15:02 WIB

TPP dan Inspektorat Pacitan Berkolaborasi, Komitmen Bersama Cegah Korupsi Sejak Dini

Berita Terbaru