Menu

Mode Gelap
Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

Ngawi · 4 Mar 2019 11:24 WIB ·

Pelaksanaan Fogging Bijak, Penderita DBD Turun


 Pelaksanaan Fogging Bijak, Penderita DBD Turun Perbesar

NGAWI. Angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Ngawi, Jawa Timur mengalami penurunan drastis dan pelaksanaan fogging di wilayah penderita yang terinfeksi mesti disikapi secara bijak.

Djaswadi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Ngawi
mengatakan merujuk data terakhir Februari 2019 angka penderita DBD dinyatakan turun drastis. Tercatat 113 kasus dari sebelumnya Januari 2019 mencapai 431 kasus.

Jumlah kasus penderita DBD tersebut dinyatakan turun sesuai laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) dari tiga rumah sakit di wilayah Ngawi. Yakni, RSUD dr Soeroto, RS At-Tin Husada dan RS Widodo.

Terkait pelaksanaan fogging diakui Djaswadi dilakukan tiap hari setiap kecamatan menyasar di wilayah penderita yang terserang DBD. Pihaknya mengimbau mesti dilakukan secara bijak. Sebab, paparan residu pestisida dari fogging dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia.

“Kita terus keliling melakukan sosisalisasi pencegahan DBD hingga kini. Terkait fogging memang sifatnya memutus rantai penularan dan itu harus disikapi dengan bijak,” terang Djaswadi, Sabtu, (02/03/2019).

Sebab di satu sisi adanya fogging nyamuk akan lebih resistan (kebal) pada racun pestisida dan dampak yang lain pada lingkungan. Selanjutnya, racun pestisida bila tingkatkan dosisnya dapat membunuh predator alami yang memangsa nyamuk seperti cicak.

Menurutnya, untuk langkah yang paling efektif mencegah penyebaran DBD adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan langkah 3M yakni, menutup, menguras, dan menimbun tempat yang dapat menampung air.

“Penurunan penderita DBD atas support semua pihak dan kita akui turunya SK Bupati menjadi dasar untuk aktif melakukan sosialisasi keliling. Perlu ditekankan keberadaan satu keluarga satu jumantik harus terus dilakukan,” pungkas Djaswadi. (en*)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP 

21 November 2022 - 13:02 WIB

Komplotan Spesialis Pencurian Pikap Diringkus Polisi

18 November 2022 - 22:32 WIB

Diduga Gelapkan Dana 2,9 M, Bendahara Koperasi Kodim Pacitan Ditahan

18 November 2022 - 14:19 WIB

Ingin Lulus Ujian Praktek SIM? Jangan Khawatir, Satpas Polres Madiun Beri Pelatihan Ujian Praktek SIM Gratis 

8 November 2022 - 11:43 WIB

Pemeran Video Mesum Kebaya Merah Ditangkap Polisi

8 November 2022 - 10:49 WIB

Trending di Nasional