Menu

Mode Gelap
Tasyakuran 1 Abad NU, Siswa-Siswi MI Mategal Kenduri 100 Nasi Tumpeng   Terciduk Asyik Ngobrol saat Pembekalan, Bupati Madiun Tegur Seorang Perangkat Desa Tergiur Untung 50 Ribu per Gram, Pemuda di Madiun Nekat Edarkan Narkoba Pemkab Madiun Launching SOP Tatalaksana Deteksi Dini Kasus Stunting Pohon Pisang ini Ditanam di Tengah Jalan, Bentuk Protes?

Ngawi · 19 Feb 2019 13:12 WIB ·

Pengelolaan Website Desa Pemkab Ngawi Main Ping-Pong


 Pengelolaan Website Desa Pemkab Ngawi Main Ping-Pong Perbesar

NGAWI – Akses informasi merupakan hak setiap warga yang harus dipenuhi oleh Negara/pemerintah. Mungkin berbagai upaya telah dilakukan pemerintah maupun non pemerintah untuk mendorong warga mengakses informasi secara utuh menuju good government. Sayangnya Pemkab Ngawi pengelolaan website desa terkesan masih kurang terstruktur dengan baik bahkan saling ping-pong.

Seperti yang dikatakan Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Ngawi Moch Sodiq Triwidiyanto mengklaim 213 desa yang ada di Ngawi sudah memiliki website berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) difasilitasi pemerintah daerah dibawah koordinator Kominfo Ngawi. Tentunya keberadaan Kominfo memfasilitasi dengan mengadakan pelatihan teknis maupun bimbingan kepada semua operator website yang ada di desa.

“Jadi gini semua desa-desa yang ada di Kabupaten Ngawi sekarang ini sudah memiliki website yang difasilitasi pemerintah daerah. Hanya saja untuk keaktifan dan konsistensi dalam memberikan informasi memang masih dalam pembinaan,” terang Moch Sodiq Triwidiyanto, Selasa, (19/02/2019).

Kata Sodiq, menyangkut fasilitas yang diberikan kepada desa dalam pengelolaan website desa teknis sepenuhnya ada ditangan Kominfo Ngawi. Ditargetkan website desa harus clear tahun 2019 ini. Bahkan dalam hal ini pemerintah daerah memberikan reward kepada desa yang mampu mengelola website desa secara maksimal mendasar Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

“Penghargaan itu diberikan kepada desa menyangkut keaktifan menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait penyelenggaran pemerintah desa maupun data-data materi penyajian. Dan yang menilai itu dari lembaga independen yang lebih tahu itu Kominfo,” tandasnya.

Sementara Kominfo Ngawi ketika dikonfirmasi tentang tata kelola program website desa secara tegas bukan leading sectornya hanya sebatas kepedulian. Justru website desa dikelola langsung secara mandiri oleh masing-masing desa itu sendiri. Mengenai konten penyajian seperti dikatakan Prasetyo Harri Adi Kepala Kominfo Ngawi tergantung kesadaran desa dengan menggandeng patner kerja dibawah pengawasan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi.

“Pengelolaan konten-kontenya tergantung dari desa masing-masing tapi kalau diminta untuk memfasilitasi ya kami berikan,” terang Prasetyo.

Jika ditelusuri keberadaan website desa di Kabupaten Ngawi dilihat dari sisi sistim pengelolaan belum satu pintu artinya apakah di Kominfo ataukah di DPMD. Padahal jika ditelaah keberadaan website desa menjadi bagian penting pada sistim informasi desa (SID).

Fungsi dan tujuan SID itu sendiri jelas untuk mempercepat kemandirian desa melalui desa bersuara, desa berteknologi, desa berpelayanan prima, serta desa hebat yang mampu melahirkan regulasi dan tata kelola pemerintahan yang baik serta berkelanjutan. (pr)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Forkopimda Jatim Dampingi Presiden RI Resmikan Pasar Besar Ngawi

18 Desember 2021 - 00:01 WIB

Babak Penentu, Persepon Ungguli Persekama 2-1

18 November 2021 - 15:39 WIB

Kades Bicara SDGs Minta Sebagai Leadership Pembangunan Nasional NGAWI. Desa merupakan

10 Mei 2021 - 13:42 WIB

Peduli Sesama, Dharma Wanita Kantor Imigrasi Madiun Bagikan Sembako dan Mukena

8 Mei 2021 - 14:44 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Trending di Daerah