Dewan Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Petani Pasca Banjir

- Jurnalis

Senin, 11 Maret 2019 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI. Sarjono Wakil Ketua DPRD Ngawi minta pemerintah lebih serius menangani petani pasca banjir yang melanda wilayahnya selama empat hari. Sebab, akibat luapan Kali Madiun tersebut merendam 1.016 hektar sawah yang sebagian besar memasuki masa panen dengan usia padi antara 80-85 hari.

“Melalui Disperta Ngawi tentu pemerintah segera memberikan kepastian terhadap nasib petani. Baik itu memberikan bantuan modal atau lainnya. Kasihan ribuan petani itu terancam gagal panen jelas padinya membusuk,” ungkap Sarjono, Senin, (11/03/2019).

Jelasnya, dari data Disperta Ngawi tercatat ada 3.746 petani dari 26 desa dan 6 kecamatan mengalami kerugian. Untuk itu Sarjono yang saat ini sebagai caleg petahana dari Partai Golkar nomor urut 01 Dapil 2 Ngawi (Kwadungan, Pangkur, Karangjati, Bringin dan Padas) meminta pemerintah lebih intens lagi mensosialisasikan tentang asuransi pertanian ke petani.

Baca Juga :  Diduga Bobol Kotak Amal, Oknum Perangkat Desa Dipolisikan

“Saya kira salah satu solusinya iya asuransi pertanian itu kasihan bagi petani yang gagal total panenannya. Dan lainya memastikan harga gabah jangan terlalu anjlok di daerah yang terkena banjir,” bebernya.

Baca Juga :  Mistis, Malam Jum'at Kliwon Caleg Datangi Dukun

Selain itu untuk mengantisipasi banjir harus dituntaskan dengan secepatnya tanggul di sepanjang Kali Madiun hingga sampai di titik pertemuan dengan Bengawan Solo. Dengan demikian pemerintah segera mendesak ke Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) untuk melanjutkan kembali pembangunan tanggul penahan banjir.

“Akan saya kawal terkait pembangunan tanggul ini. Sebab banjir di Kwadungan dan sekitarnya terjadi setiap tahun. Dan penyebabnya masih sama akibat luapan Kali Madiun,” tuntas Sarjono yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Ngawi ini. (en*)

Berita Terkait

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini
Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun
Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA
Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun
Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat
Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit
Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual
Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Selasa, 4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

Sabtu, 1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

Sabtu, 1 Mei 2021 - 20:59 WIB

Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA

Minggu, 28 Maret 2021 - 09:52 WIB

Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun

Kamis, 25 Maret 2021 - 09:32 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat

Senin, 22 Maret 2021 - 09:03 WIB

Uji Kesiapan Operasional, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Elang Gesit

Rabu, 17 Maret 2021 - 19:43 WIB

Jamin Kebutuhan Pupuk Petani, Petrokimia Gresik Alokasikan 15 Ribu Ton Pupuk Non Subsidi dan Seragamkan Harga Jual

Kamis, 4 Maret 2021 - 19:56 WIB

Melalui Dana Desa, Teguhan Fokus Infrastruktur Jalan

Berita Terbaru